Pencarian populer

Mengenal Sufi, Tarian Berputar Asal Turki yang Sarat Nilai Religi

Tarian Sufi. (Foto: Youtube/BUDIMAN PRAMONO SIDI)

999 penari berbaju terusan dengan rok lebar terlihat asyik berputar-putar tanpa henti menarikan tarian khas asal Turki, tarian Sufi. Mereka hadir dan ambil bagian dalam acara Harlah Muslimat NU yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (27/1).

Baik pria, wanita, tua, dan muda menarikan tarian Sufi dengan penuh penghayatan. Pelan tapi pasti, mereka berputar dengan bertumpu pada kakinya tanpa jeda, tanpa takut pusing atau oleng. Wajar saja, jika di tanah airnya, tarian Sufi juga menjadi salah satu atraksi wisata andalan.

Penampilan tarian Sufi dalam acara Harlah Ke-73 Muslimat NU, doa bersama untuk keselamatan bangsa, dan maulidrrasul, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Pras)

Namun, sebenarnya apa sih, tarian Sufi itu? Dan apa makna di balik gerakannya yang berputar-putar tanpa henti itu? Berikut fakta unik tarian Sufi yang berhasil kumparanTRAVEL rangkum untukmu.

1. Sudah Ada Sejak Abad ke-13

Ilustrasi Tarian Sufi (Foto: Thinkstock)

Dilansir Steemit, tarian Sufi sudah hadir sejak abad ke-13. Tarian ini dilakukan pertama kali oleh seorang penyair asal Persia bernama Mawlana Jalaluddin Rumi untuk mengekspresikan kesedihannya saat ditinggal mati guru rohaninya, Syamsuddin Tabriz.

Kabarnya, tarian Sufi pertama kali dilakukan Rumi saat ia berada di wilayah Anatolia Turki selama tiga hari tiga malam. Rumi adalah seorang penyair yang banyak membuat puisi religius tentang cinta yang luar biasa pada Tuhan. Karyanya banyak mempengaruhi budaya dan penulisan syair Muslim.

2. Sarana Bermeditasi untuk Mencari Tuhan dan Menyadari Keberadaan Manusia yang Fana

Tari Sufi, Turki. (Foto: Shutter Stock)

Tarian Sufi atau yang dikenal juga sebagai whirling dervishes dianggap dapat menjadi bagian dari meditasi diri. Meditasi yang dilakukan melalui tarian Sufi memiliki kaitan yang erat dengan Tasawuf.

Sebab dalam tarian ini para penari diharapkan dapat mengalami ekstase dan melebur bersama sang Ilahi. Untuk itu, mereka juga diharapkan bisa mencapai kesempurnaan iman dengan cara menanggalkan ego dan hasrat pribadi dalam hidup.

Menghapus gairah dan meninggalkan nafsu dunia juga menjadi salah satu cara agar penari dapat melakukan tarian Sufi dengan baik.

3. Mesti Dilakukan dengan Tenang Tanpa Beban

Penari menampilkan Tarian Sufi diantara Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang menghadiri Harlah ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1). (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Saat melakukan tarian Sufi, kamu dituntut untuk tenang, fokus, dan 'meninggalkan semua beban'. Mata harus fokus menatap satu titik, senantiasa terbuka, dan tidak melirik.

Sedangkan kepala tidak boleh bergerak, harus berada di satu titik dan tak boleh berpindah. Dengan cara ini, penari Sufi tidak akan merasa pusing, tak peduli berapa lama ia menari dan berputar.

4. Sarat akan Makna Religius di Setiap Gerakannya

Sebelum menari, kamu mesti melakukan dzikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu akan dilanjutkan dengan lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh seorang solois dengan improvisasi alat musik seruling.

Kemudian pada bagian Devr-i Veled, penari akan saling membungkuk. Sebagai bentuk mengakui nafas Ilahi yang telah meniupkan nafas kehidupan dan roh pada manusia. Dan kemudian pada tahapan selanjutnya, penari akan berputar di sekitar pemimpin tari berlawanan dengan arah jarum jam sambil menengadahkan tangan.

Hal tersebut sebagai bentuk meminta dan mendapat hidayah dari Tuhan. Putaran ini menyimbolkan rangkulan kemanusiaan dengan cinta yang juga melambangkan putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka'bah.

5. Menggunakan Pakaian Khas dengan Topi Memanjang

Tarian sufi asal Turki (Foto: Flickr/Vladimer Shioshvili)

Penari Sufi dikenal memiliki kostum khas berupa baju jubah berukuran besar dengan bagian bawah seperti rok yang melebar dan menggunakan topi memanjang yang dikenal sebagai sikke. Di Timur Tengah, sikke dikenal sebagai perlambang batu nisan wali dan sufi.

Umumnya, warna jubah yang digunakan berwarna hitam sebagai perlambang atas kuburan, dan warna putih dalam kemeja melambangkan kain kafan. Perpaduan warna itu digunakan untuk mengingatkan manusia pada kematian yang tak terduga.

Sedangkan untuk alas kakinya, penari Sufi mengenakan kuff. Kabarnya, kuff kerap digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam setiap perjalanannya, bahkan saat musim dingin. Uniknya, saat menggunakan kuff, kamu tak perlu melepasnya ketika hendak berwudhu.

Wah, unik, ya. Siapa sangka dalam tarian yang sederhana seperti Sufi terkandung beragam nilai religius yang menarik untuk dipahami dan dipelajari. Bagaimana denganmu, mau mencoba tarian khas asal Turki ini?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33