Pencarian populer

Mengintai Cenderawasih di Belantara Hutan Nangguo, Papua Barat

Burung Cenderawasih di di Hutan Nangguo, Sausapor, Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata

Keindahan alam di timur Indonesia menyimpan beragam daya tarik yang luar biasa. Dengan kemasan yang penuh kesederhanaan, Papua Barat memiliki kekayaan alam dan budaya yang perpaduannya sungguh indah dan bisa dinikmati sebagai sarana untuk mengolah rasa serta tentunya untuk kegiatan berwisata.

Sebut saja Tambrauw, salah satu kota kabupaten di Papua Barat yang saat ini tengah terus berbenah agar bisa menyajikan pesona wisata kelas internasional kepada setiap wisatawan yang datang langsung ke daerah ini.

Burung Cenderawasih di Hutan Nangguo, Sausapor, Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata

Pengalaman wisata yang dijanjikan Papua Barat, khususnya Tambrauw sungguh berbeda dengan wisata di tempat lain. Salah satu daya tarik tersebut terletak pada hutannya yang magis, yang sekaligus menjadi habitat asli bagi burung Cenderawasih.

Dan, bisa mengintai burung Cenderawasih di bumi asalnya menjadi salah satu kegiatan tak terlupakan saat berkunjung ke Tambrauw, Papua Barat, seperti halnya yang dilakukan oleh kumparan bersama dengan Kementerian Pariwisata beberapa waktu lalu.

Lokasi bird watching yang berada di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Pagi itu udara sejuk khas pegunungan masih erat memeluk fajar. Situasi seperti ini memang membuat orang ingin lebih panjang menikmati empuknya kasur. Namun, mau tak mau semua rombongan harus bergegas tuk menuju kendaraan double cabin yang siap mengantarkan ke lokasi bird watching atau pengamatan burung yang berada di hutan Nanggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Jarak tempuh dari penginapan dengan lokasi pengintaian burung Cenderawasih yang ada di hutan Nanggou adalah 40 menit. Setibanya di lokasi dan setelah kendaraan terpakir rapi di sisi jalan, kami semua langsung menyiapkan peralatan tempur masing-masing dan bersiap untuk memasuki hutan Nanggou.

Niko Yohanes Naw, Guide untuk bird watching di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Niko Yohanes Naw, lelaki berbadan gempal, berkaus warna ungu pagi itu menjadi guide kami tuk menuju lokasi pengintaian burung Cenderawasih. Ia memimpin berjalan di depan dan setelah terlebih dahulu melewati sebuah pipa PLTA yang berdiameter cukup besar, ia menunjukan sebuah jalan di mulut hutan sebagai awal petapakan menuju lokasi persembunyian untuk melihat Cenderawasih.

Jalan tersebut merupakan jalan yang dibuat warga lokal dengan menyusun dahan dan akar di tanah sehingga membentuk jalan berundak. Panjang jalan yang ditempuh sekitar 300 meter dengan keadaan jalan menanjak yang cukup curam, mencapai 45 derajat.

Pintu masuk ke lokasi bird watching di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Tak hanya menanjak, tanah yang kami gunakan untuk pijakan pun masih basah akibat tetes air hujan yang turun semalam. Terlebih, selain basah, tanah yang kami pijak saat itu bercampur dengan dedaunan kering yang jatuh berguguran.

Hal ini membuat semua peserta yang mengikuti bird watching harus lebih berhati-hati agar tidak tergelincir atau terperosok.

Jalur menuju lokasi bird watching masih berupa tanah basah dan cukup menanjak. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Setelah bersusah payah menanjak, tibalah kami di lokasi pengamatan. Bagi kamu yang senang dan pernah melihat film bergenre perang, lokasi pengamatan ini pastilah mengingatkan kamu akan teknik kamuflase yang digunakan para prajurit saat tengah menyerang musuh di dalam hutan.

Ya, lokasi persembunyian bagi yang ingin berkegiatan mengintai atau mengamati burung, dibuat berupa pohon kering dan hijau yang disusun rapi menyerupai pohon liar, kemudian didirikan secara vertikal. Di sela-sela daun hijau itulah yang kemudian kami gunakan sebagai tempat mengintai sang Cenderawasih.

Lokasi untuk bird watching yang dinding-dindingnya terbuat dari ranting dan dedaunan. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Bagi wisatawan yang ingin melakukan kegiatan mengintai burung, sebaiknya sudah tiba atau datang pada waktu pagi buta. Pada saat itu lah peluang untuk bertemu langsung sang burung surgawi akan lebih besar.

Hal lain yang tak kalah penting dibutuhkan adalah kesabaran. Ya, kesabaran. Jika dipikir lagi, kesabaran ini merupakan kunci utama dari kegiatan mengintai burung. Bagaimana tidak, wisatawan akan dibuat menunggu beberapa menit bahkan bisa hingga berjam-jam sampai si cantik Cenderawasih tersebut muncul.

Kesabaran menjadi salah satu faktor yang tak kalah penting saat mengikuti kegiatan bird watching. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Kadang mereka hanya melintas, kadang hinggap cukup lama di dahan pohon sehingga bisa diabadikan melalui lensa kamera. Bahkan bisa jadi tidak muncul sama sekali seperti yang terjadi pada saat kumparan melakukan pengintaian pagi itu.

Meskipun belum beruntung melihat langsung kehadiran sang Cenderawasih, pagi itu kumparan dihibur dengan suara merdu dari burung lainnya yang terdengar saling bersautan dari kejauhan.

Tempat untuk mengintai burung Cenderawasih di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Tidak disangka suaranya begitu beragam, suara yang terdengar mulai dari suara khas burung hingga suara mirip monyet. Semuanya menjadi suara nyanyian alam yang merdu dan sayang jika dilewatkan.

Rasa hati masih ingin berlama-lama di tempat yang kian lama kini seperti sebuah hall paduan suara, namun waktu terus berjalan dan sang mentari semakin meninggi. Ini lah saatnya kami melangkah kan kembali kaki kami tuk menapaki jalur pulang, yaitu jalur yang sama saat kali pertama datang menuju lokasi bird watching.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60