kumparan
15 Sep 2019 14:40 WIB

Aktivis Lingkungan Protes 'Berdarah' di London Fashion Week

Aksi protes aktivis lingkungan di London Fashion Week. Foto: Dok. REUTERS/Henry Nicholls
Sekelompok aktivis lingkungan melakukan aksi protes di pintu masuk acara pembukaan London Fashion Week, Inggris, sebagai respons untuk mendesak aksi melawan perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
Aksi ini dilakukan oleh anggota grup aktivis lingkungan bernama Extinction Rebellion. Mereka melangsungkan protesnya dengan berdiri secara berjajar mengenakan pakaian serba putih, yang dilengkapi cipratan darah palsu.
Aksi protes aktivis lingkungan di London Fashion Week. Foto: Dok. REUTERS/Henry Nicholls
Bahkan, beberapa aktivis ada yang 'tertidur' di lantai yang dipenuhi darah palsu, sembari membaca puisi yang berisi seberapa besar pengaruh industri fashion terhadap kerusakan lingkungan.
"Industri fashion membunuh planet kita. Setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, kalian menyiksa bumi ini. Kalian memproduksi baju untuk keuntungan dan kesenangan," ungkap seorang aktivis.
Aksi protes aktivis lingkungan di London Fashion Week. Foto: Dok. REUTERS/Simon Dawson
"Kalian memilih keuntungan dibanding planet, keuntungan dibanding manusia, keuntungan dibanding masa depan kita," tambahnya.
Dalam pernyataan di situs resmi Extinction Rebellion, dijelaskan bahwa aksi dengan gambaran darah tersebut merepresentasikan kondisi lingkungan dan masa depan bumi menuju kehancuran.
Aksi protes aktivis lingkungan di London Fashion Week. Foto: Dok. REUTERS/Simon Dawson
Pada Juli lalu, grup Extinction Rebellion telah mengirimkan pesan kepada British Fashion Council untuk membatalkan pergelaran London Fashion Week. Dalam surat tersebut, mereka menjelaskan bahwa industri fashion adalah salah satu industri paling merusak bumi.
ADVERTISEMENT
Kabarnya, Extinction Rebellion akan terus melayangkan berbagai aksi protes ini di setiap pergelaran fashion dunia, khususnya di Inggris. Meski demikian, aksi protes berjalan dengan tertib. London Fashion Week pun tetap berlanjut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan