kumparan
5 Sep 2019 9:06 WIB

Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Sabun Kewanitaan

Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock
Ladies, kita mungkin pernah merasa risih karena daerah kewanitaan yang terasa terlalu lembap atau berbau tidak sedap. Untuk mengatasinya, mungkin sebagian dari kita memilih untuk menggunakan sabun kewanitaan.
ADVERTISEMENT
Namun, tahukah Anda kalau tak semua sabun kewanitaan baik untuk digunakan sehari-hari? Khususnya, untuk produk-produk yang lebih banyak kandungan antiseptik daripada kandungan sabunnya.
Hal ini diutarakan oleh aesthetic gynaecologist, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG. dr. Dinda mengatakan, produk pembersih kewanitaan yang aman untuk digunakan sehari-hari adalah yang memiliki kandungan sabun lebih tinggi dibandingkan antiseptiknya. Selain itu, dia juga menganjurkan untuk memilih sabun dengan kandungan lactobacillus atau prebiotik.
"Ini sama saja dengan usus. Kalau kita mengonsumsi minuman prebiotik, itu kan untuk membantu melindungi bakteri baik, sehingga saat ada bakteri jahat masuk, dia bisa melawan," sebut dr. Dinda seusai acara talkshow Andalan The Untold Facts of Intimate Beauty di Langit Seduh Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG setelah acara pillow talk bersama Andalan, Rabu (4/9). Foto: Masajeng Rahmiasri/kumparan
Selain itu, dr. Dinda juga mengatakan bahwa sebenarnya, bila tidak mengalami masalah di bagian kewanitaan, seseorang tidak harus menggunakan sabun kewanitaan setiap hari. Menurutnya, tiga kali dalam seminggu saja cukup.
ADVERTISEMENT
"Vagina itu kan memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri sendiri. Kalau enggak ada masalah, enggak apa-apa (tidak memakai sabun ini setiap hari)," ungkapnya.
Bila kandungannya tepat, penggunaan sabun kewanitaan juga aman untuk digunakan oleh anak-anak dan remaja yang sudah menstruasi. Sebab, menurut dr. Dinda, sabun kewanitaan lebih cocok digunakan untuk membasuh vagina dibandingkan menggunakan sabun-sabun umumnya.
Namun, dr. Dinda juga meluruskan persepsi mengenai fungsi dari sabun pembersih kewanitaan. Dokter yang membuka praktik di RS Brawijaya Antasari itu mengatakan, fungsi sabun kewanitaan adalah untuk perawatan dan penjagaan, bukan untuk pengobatan infeksi.
"Jangan sampai saat sudah mengalami banyak keputihan, terus dikasih sabun tapi enggak diobati, itu yang bahaya," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan