Kisah Ardian Cahyono, Pemilik Juice Emak di Yogyakarta

YOFYAKARTA - Ardian Cahyono merupakan salah satu pengusaha muda di Sleman Yogyakarta. Sejak tahun 2015, dia menggeluti bisnis kuliner dengan merek Juice Emak.
"Awal usaha tahun 2015 menggunakan gerobakan jus yang kecil. Makin lama sewa ruko dengan modal Rp 1,8 juta. Tetapi semakin berkembang dan sekarang menjadi open bar," sebutnya.
Saat ini, outlate Jus Emak terletak di 2 lokasi yaitu Ruko Citra Perdana No 3 Teteg Kulon, Terbah, Wates Barat Alun-Alun Wates dan Kios Jalan Bhayangkara No 18, Terbah, Wates Barat Samsat Kulon Progo Lama.
"Kami juga menyediakan melalui aplikasi online Grab Food dan Go Food," ujarnya.
Ada 35 varian olahan buah yang dia produksi. Termasuk salad buah dan soup buah. Harganya berkisar Rp 12-25 ribu. "Bukan hanya jus aja, tapi pembeli juga bisa mengkombinasi antara sayur dan buah, menggunakan yogurt atau menggunakan madu," jelasnya.
Harga olahan buah yang dia jajakan cukup terjangkau, berkisar Rp 12-25 ribu. Setiap hari, dia mampu menjual 400-500 olahan buah.
Di tengah pandemi ini, dia merasakan penjualannya mengalami penurunan. Namun, dia tidak putus asa dan terus membranding produk dan melakukan promosi di beberapa media sosial.
"Penurunan ya, tapi masih stabil. Di situ saya langsung merubah sistem strategi penjualan, banyak mencari tahu tentang manfaat dan khasiat buah untuk kekebalan tubuh, jangan sampai kita merumahkan pegawai," ujarnya.
Rencananya, dia akan mengembangkan bisnis di beberapa lokasi lain. Dengan membuat sistem kemitraan dan memperluas market.
Perlu diketahui, dia merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) wilayah Yogyakarta sejak tahun 2012. Dia bergabung dengan TDA sebelum memiliki usaha sendiri. "Saya memang gabung TDA dulu baru punya usaha. Jadi belajar tentang bisnis. Awalnya saya bisnis beras tapi nggak lama, habis itu snack, yang terakhir jus ini," jelasnya.
"Banyak sekali manfaat ketika gabung dengan TDA. Banyak belajar tentang ilmu bisnis dan didampingi oleh para mentor," ucapnya.
