Konten Media Partner

TDA Blitar Gelar Cangkir Inspirasi, Bahas Tantangan SDM dalam Bisnis UMKM

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Blitar Gelar Cangkir Inspirasi, Bahas Tantangan SDM dalam Bisnis UMKM
zoom-in-whitePerbesar

Blitar - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) daerah Blitar kembali menggelar agenda rutin bertajuk Deep Discuss - Cangkir Inspirasi dengan tema “Bisnis Belum Besar, Drama Karyawan Kejar Tayang” di Foodcourt Kota Blitar Taman Djadjan Aliza (TDA Center), Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi para pelaku UMKM dan pebisnis untuk berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam membangun usaha, khususnya terkait pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Pentingnya Penyelarasan Owner dan Karyawan

Ketua TDA Blitar, Zaim Fatawi, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pelaku usaha agar bisnis dapat berkembang sesuai target. Namun, perkembangan bisnis juga harus diimbangi dengan kesiapan SDM karyawan.

“Saya yakin banyak yang relate bisnis belum besar, omzet belum stabil, tapi drama karyawan sudah duluan datang, kejar tayang lagi, kayak nggak ada habisnya,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai persoalan dalam bisnis kerap muncul dari sisi internal tim. Mulai dari resign mendadak, sulit mencari karyawan yang cocok, hingga persoalan aset dan operasional yang akhirnya membuat owner harus turun langsung menangani pekerjaan harian.

Karena itu, penyelarasan antara owner dan karyawan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan bisnis.

Keselarasan Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis

Zaim menjelaskan, bisnis pada dasarnya merupakan sebuah sistem yang hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh bagian bergerak ke arah yang sama. Owner memegang visi, target jangka panjang, dan strategi besar perusahaan, sedangkan karyawan menjadi eksekutor utama dalam operasional sehari-hari.

“Dalam menjalankan bisnis, keselarasan antara owner dan karyawan sangat penting karena bisnis pada dasarnya adalah sebuah sistem yang hanya bisa berjalan optimal jika seluruh bagian bergerak ke arah yang sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika owner dan karyawan tidak berjalan searah, visi perusahaan hanya akan berhenti sebagai konsep tanpa implementasi nyata di lapangan. Sebaliknya, karyawan juga akan kehilangan arah dan bekerja sekadar menjalankan rutinitas tanpa tujuan yang jelas.

Menurutnya, keselarasan tersebut dapat menciptakan konsistensi pelayanan, komunikasi, hingga budaya kerja yang berdampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

TDA Blitar Komitmen Dampingi UMKM Bertumbuh

Selain itu, ketika karyawan memahami dan merasa memiliki tujuan yang sama dengan owner, motivasi dan rasa tanggung jawab akan meningkat. Hal itu dinilai mampu mendorong produktivitas lebih tinggi, menekan turnover, serta memunculkan inovasi dari internal tim.

“Sebaliknya, jika tidak sejalan, akan muncul miskomunikasi, konflik internal, dan energi yang terbuang untuk saling menyalahkan, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan bisnis dan merusak reputasi di mata pasar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, menyamakan arah antara owner dan karyawan bukan sekadar persoalan manajemen, melainkan fondasi agar bisnis dapat tumbuh sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Zaim berharap melalui forum diskusi santai tersebut, peserta mendapatkan insight baru dan merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan usaha.

“Karena ternyata tantangan UMKM bukan cuma soal jualan, tapi juga soal membangun tim. Komunitas TDA Blitar berkomitmen membantu UMKM bertumbuh dengan forum-forum belajar bersama, diskusi materi kekinian yang banyak dihadapi para pelaku usaha, yang dilaksanakan secara rutin, gratis, dan terbuka untuk umum,” pungkasnya.