Konten Media Partner

Wahyudi, Pemilik Wahyucraft Raja Kertas yang Berdayakan Masyarakat Desa

TDAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wahyudi. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Wahyudi. Foto: dok

KARAWANG - Mempunyai hobi membuat kerajinan aneka kreasi, membuat Wahyudi dan seorang rekannya membuka usaha kerajinan edukasi dari kertas pada tahun 2014.

Namun sayangnya, kerja sama tersebut tidak bertahan lama. Akhirnya di tahun 2015, dia membuka usaha sendiri, yakni Wahyucraft Raja Kertas.

"Tahun 2015 saya buka sendiri karena banyaknya permintaan souvenir saat itu dan akhirnya kepikiran buat kasih brand Wahyucraft Raja Kertas. Selain itu, saya hobi berkreasi dan melihat peluang bisnis ini menjanjikan," ujarnya.

Produk Wahyucraft Raja Kertas. Foto: dok

Dia menyebutkan, selama ini usaha yang dijalani bisa bertahan lama dan tidak mengenal batas waktu. Sebab, bisnis tersebut merupakan satu-satunya produk di Karawang yang hingga saat ini belum ada kompetitor.

Bisnis tersebut berkembang pesat hingga akhirnya bisa merambah ke edukasi anak-anak yang bertujuan untuk melatih kreativitas anak dan mengasah otak kanan. "Dari satu produk dan sekarang sudah berkembang menjadi 7 produk dengan bahan dasar kertas," katanya.

Kini, usaha craft yang dibandrol dari harga Rp 5-200 ribu itu, telah melakukan pengiriman ke seluruh Indonesia. Bahkan, sampai ke Malaysia.

Usaha yang dirintisnya membuat dia kerap mendapat panggilan ke sekolah-sekolah untuk memberi edukasi ke siswa. Tak hanya itu, dia juga sering mendapatkan undangan untuk mengedukasi masyarakat desa.

"Sekarang sedang merintis agrowisata dengan para pemuda di desa Medalsari dengan brand Surgasari, Surganya Medalsari," paparnya.

Dia berharap, dengan pemberdayaan yang telah dilakukannya, bisa menghidupkan perekonomian masyarakat di pelosok desa.

Kunci bisnis Wahyu adalah istiqomah, konsisten, dan disiplin. "Terus belajar, belajar, dan belajar ilmu bisnis, karena itu salah satu cara bisnis kita bisa berkembang," pesannya.

Wahyu merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2017. Di sana, dia banyak belajar. "Banyak sekali manfaat gabung di TDA. Salah satunya networking (jaringan) semakin luas. Apa lagi ketika ditarik menjadi pengurus TDA. Banyak sekali ilmu yang saya dapat yang bisa diaplikasikan ke usaha sendiri," tandasnya.