IMM UINSA Lakukan Bakti Sosial Idul Adha di Wonocolo

Risky Pratama
Journalist in Suara Surabaya as News Reporter
Konten dari Pengguna
15 Juli 2022 11:01 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Risky Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Panitia saat melakukan pemotongan hewan kurban. Foto : Dok. Istimewa tim media
Mahbub Junaidi, 20 tahun menarik tali yang mengikat leher kambing jantan. Ia membawa ke tempat penyembelihan hewan kurban. Pagi itu, Sabtu 9 Juli 2022, sekitar pukul 08.30 WIB. Bersamaan dengan fenomena bediding di Surabaya, udara terasa sejuk. Dan angin bergelayut pelan membelai sela-sela rambut.
ADVERTISEMENT
Hari raya terasa meriah di sini. Walau berada di tempat yang mayoritas penghuninya indekos, masih banyak mahasiswa yang memutuskan untuk tetap berada di perantauan. Dan melakukan bakti sosial bersama organisasi maupun komunitasnya, dengan menyumbangkan hewan kurban serta menyembelihnya bersama warga sekitar.
Tak terkecuali Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Sunan Ampel Surabaya, mereka melakukan kolaborasi dengan warga Muhammadiyah setempat untuk merayakan idul adha. Sudah menjadi rutinitas tahunan mereka mengerjakan program ini. Dengan menerapkan sistem proposal dan donatur, mereka melangsungkan agenda tahunan ini.
“Ya, kami dari IMM UINSA gabung dengan warga Muhammadiyah di sini. Untuk penyembelihan juga jadi satu tempat di sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Wonocolo,” ucap Mahbub. Wajahnya sumringah. Ia merupakan salah satu panitia yang mengurusi kurban di sini.
ADVERTISEMENT
IMM UINSA yang bermarkas di gang 3 Wonocolo, mendapatkan hewan kurban dari hasil sumbangan beberapa instansi, lembaga pendidikan dan alumni. Kemudian, mereka jadikan satu dengan warga Muhammadiyah Wonocolo, untuk disembelih.
Panitia saat melakukan penyembelihan hewan kurban. Foto : Dok. Istimewa tim media
Ghifari Istofani, 20 tahun menjelaskan terkait dengan jumlah hewan kurban yang mereka dapat. Ia merupakan ketua panitia kurban dari IMM UINSA. “Alhamdulillah, untuk hewan kurban dari IMM sendiri berjumlah 4 ekor kambing. Sedangkan, untuk total keseluruhan dengan warga Muhammadiyah di sini ada 4 ekor sapi dan 15 ekor kambing,” tukasnya sembari menghitung jari.
Tak bisa dipungkiri, munculnya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang hewan ternak di Indonesia, memberi dampak besar bagi distribusi sapi dan kambing untuk kurban. Banyak peternak yang terpukul karena hewan peliharaannya terjangkit wabah dan terpaksa gagal jual. Bagaimana pun, kita tetap harus merapal syukur. Bagaimana tidak? Dengan kondisi yang tidak stabil, banyak tempat yang masih konsisten mengadakan penyembelihan hewan kurban. Meskipun untuk jumlah, sebagian ada sedikit penurunan.
ADVERTISEMENT
Gema takbir berkumandang. Suaranya merdu. Lantunannya syahdu. Di saat bersamaan, jagal yang dibantu oleh beberapa orang, mulai menyembelih satu per satu sapi dan kambing. Sementara itu, panitia lainnya sibuk menguliti dan memisahkan antara daging dan tulang. mereka mengiris seonggok daging dan menaruhnya di bak bersih berukuran besar. Tumpukan daging itu perlahan penuh. Kemudian, di bak yang lainnya mereka memisahkan khusus untuk jeroan dan kulit. Aktivitas ini berlangsung hingga siang hari.
Panitia saat melakukan pemotongan daging kurban. Foto : Dok. Istimewa tim media
Sementara di dalam gedung sekolah, penitia yang lainnya melakukan pembagian daging secara rata melalui penimbangan. Mereka mengerjakan ini semua dengan saling bahu membahu. Setelah semuanya tuntas, daging pun siap untuk dibagi. Dan beberapa orang, memutuskan untuk tetap berada di sekolah dengan kegiatan yang lain, yakni bersih-bersih.
ADVERTISEMENT
Dalam pembagian daging, antara warga dan mahasiswa dibagi tugas yang berbeda. Tentu, untuk memudahkan pekerjaan. Mahbub Junaidi, menjelaskan terkait dengan pembagian daging kepada warga yang dilakukan oleh IMM UINSA.
“Untuk IMM UINSA, kami membagikannya kepeda warga sekitar sekretariat yang terletak di gang 3 Wonocolo. Dalam pembagian ini, kita juga berkoodinasi dengan bapak RT untuk memberikan data warga yang berhak diberi. Data yang kami terima berjumlah 53 Kartu Keluarga. Dan Alhamdulillah, kami bisa memberikan daging kurban lebih dari jumlah yang telah ditentukan, meskipun tidak banyak, hanya selisih dua Kartu Keluarga,” jelas Mahbub sembari tersenyum. Ia bersama panitia yang tergabung dalam IMM UINSA, melangsungkan pembagian dengan berjalan kaki menuju tiap pintu rumah.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ketua Umum Koordinator Komisariat IMM UINSA, Kenneth Sulthon Alafi Alhallaj, menjelaskan terkait dengan tujuan program acara ini.
“Tujuan diadakannya bakti sosial ini tidak terlepas dari tri kompetensi dasar IMM, yaitu dalam bab humanitas. Sebagai organisasi kemahasiswaan kita tidak boleh meninggalkan nilai kemanusiaan. Maka, bakti sosial diadakan untuk tujuan utama tersebut. Tujuan kedua adalah ketika kita membantu warga sekitar sekretariat IMM UINSA, maka secara tidak langsung kita juga dapat membangun kedekatan secara emosional. Sehingga keberadaan kita di tengah masyarakat gang 3 Wonocolo benar-benar ada dan bukan malah wujuduhu ka adamihi,” jelas Kenneth saat berada di halaman sekolah. Usianya kini telah menginjak 22 tahun. Namun, semangat berorganisasinya tak sedikit pun pudar.
ADVERTISEMENT
Bakti sosial di hari raya idul adha telah menjadi bagian dari sejarah bergeraknya IMM UINSA dengan warga Muhammadiyah Wonocolo. Betapa mulianya agenda ini. Tak salah jika mereka meneruskan kegiatan ini secara turun temurun. Serta, melaksanakannya dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Acara ini pun ditutup dengan evaluasi secara kultural untuk kegiatan yang lebih baik lagi kedepannya.