Perjuangan Ibu, Alasan Terbesarku untuk Terus Berjuang

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari abdul habib hasibuan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

perjuangan ibu Tidak semua perjuangan terlihat besar di mata banyak orang. Ada perjuangan yang sunyi, tidak terdengar, tetapi dampaknya sangat besar bagi kehidupan seseorang. Bagi saya, perjuangan itu ada pada sosok ibu.
Ibu saya kini berusia lebih dari 49 tahun. Di usia yang seharusnya mulai mengurangi aktivitas berat, beliau masih rutin pergi ke pasar sejak pagi hari. Membeli sayuran, lalu menjualnya kembali demi memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya kuliah saya. Aktivitas itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, tetapi bagi saya, di situlah letak pengorbanan yang luar biasa.
Sebagai seorang anak yang sedang menempuh pendidikan, saya sering diliputi rasa sedih dan bersalah. Setiap uang yang saya gunakan untuk kuliah adalah hasil kerja keras ibu. Setiap rupiah memiliki cerita tentang lelah, panas, dan waktu istirahat yang dikorbankan. Ibu tidak pernah mengeluh, tetapi justru di situlah yang membuat hati saya semakin tersentuh.
Ada saat-saat ketika saya merasa belum mampu menjadi anak yang berguna. Saya belum bisa membantu ibu secara materi, sementara beliau terus berjuang tanpa henti. Perasaan itu sering datang, terutama ketika melihat ibu berangkat pagi-pagi dengan tubuh yang mulai menua, tetapi semangatnya tetap sama seperti dulu.
Namun, kesedihan ini tidak saya biarkan berubah menjadi keputusasaan. Justru dari perjuangan ibu, saya belajar tentang keteguhan dan tanggung jawab. Saya sadar bahwa pendidikan yang saya jalani bukan hanya tentang masa depan saya, tetapi juga tentang harapan ibu terhadap kehidupan yang lebih baik.
Saya memiliki satu tujuan besar dalam hidup: membahagiakan ibu. Saya ingin suatu hari nanti, ketika saya telah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan yang layak, ibu tidak lagi harus pergi ke pasar setiap hari. Saya ingin beliau bisa beristirahat dengan tenang, menikmati hasil dari pengorbanan yang selama ini beliau berikan.
Perjuangan ibu adalah alasan terbesar saya untuk terus melangkah, meskipun jalan yang ditempuh terasa berat. Saya percaya, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan tulus tidak akan pernah sia-sia. Dan bagi saya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang melihat ibu tersenyum tanpa beban.
