Bali dan Nusa Tenggara Jadi Pendorong Ekonomi Tertinggi Kuartal II 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Bali dan Nusa Tenggara menjadi pulau dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal II 2026. Adapun pertumbuhannya mencapai 6,10 persen secara year on year (YoY).
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dan tumbuh 3,73 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq).
“Jadi Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,10 persen yang merupakan pertumbuhan tertinggi,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, M. Edy Mahmud, dalam rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 di Kantor BPS, Jakarta Pusat pada Rabu (5/9).
Sementara terkait faktor, Edy juga menjelaskan beberapa sektor industri yang mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut. Adapun industri yang mendukung meliputi tambang sampai administrasi pemerintahan.
“Sumber pertumbuhan utama di Pulau Bali dan Nusa Tenggara adalah pertambangan, kemudian perdagangan, dan administrasi pemerintahan Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang tertinggi adalah Bali Dengan andil pertumbuhan sebesar 2,77 persen,” ujarnya.
Sementara itu, pada posisi kedua terdapat Jawa yang ekonominya tumbuh 5,56 persen dalam kurun waktu sama, Sulawesi 5,53 persen, Sumatera 5,06 persen, Kalimantan 4,10 persen serta Maluku dan Papua 1,36 persen.
Walau demikian, Edy menjelaskan bahwa dari segi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, Jawa dan Sumatera masih ada pada peringkat atas.
“Kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB masih paling tinggi yaitu sebesar 56,47 persen. Diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,50 persen,” kata Edy.
