Saham-saham di Asia Terpuruk, Investor Cenderung Lebih Hati-hati

Bursa saham Asia terpuruk pada hari Jumat (26/6) setelah mencatatkan kinerja kuartal yang kuat. Penurunan ini dipicu oleh langkah Apple menaikkan harga produk yang mengungkap sisi negatif dari tingginya biaya komponen cip.
Bursa Koresel, KOSPI bahkan harus trading halt kedua kalinya pada pekan ini. Penghentian perdagangan saham ini terjadi usai saham-saham perusahaan teknologi merosot imbas sentimen buruk pada booming teknologi AI.
Mengutip Bloomberg, di saat yang sama, ancaman intervensi pemerintah Jepang menahan kejatuhan mata uang yen dari level terendah dalam 40 tahun.
Harga minyak mentah Brent turun 1,5 persen menjadi 74,1 dolar AS per barel, mendekati level terendah dalam empat bulan setelah Saudi Aramco mengaktifkan kembali pemuatan di terminal Ras Tanura.
Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq turun 1,3 persen karena kabar penundaan debut publik OpenAI, dan bursa Eropa bersiap dibuka melemah 0,8 persen.
Saham Apple merosot 6,1 persen dan kehilangan nilai pasar 250 miliar dolar AS akibat kenaikan harga iPad dan MacBook demi menutupi lonjakan biaya cip memori.
Langkah serupa juga diambil Microsoft pada konsol Xbox. Tren kenaikan harga komponen ini seketika meredam euforia pasar terhadap laporan laba produsen cip Micron, serta membuat investor kini lebih selektif terhadap eksposur industri kecerdasan buatan (AI) karena membengkaknya biaya input.
Aksi ambil untung ini mendorong indeks Asia Pasifik MSCI di luar Jepang turun 3 persen pada hari Jumat. Di pasar regional, Nikkei Jepang anjlok 4,2 persen, KOSPI Korea Selatan merosot 5,8 persen setelah sempat memicu circuit breaker, dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,7 persen.
IHSG turut anjlok 1,77 persen ke level 5.889 pada perdagangan siang ini pukul 14.26 WIB.
YEN LEMAH
Mata uang yen merana di posisi 161,60 per dolar AS, mendekati level terendah dalam 40 tahun. Sentimen pasar terpengaruh oleh data ekonomi AS yang tumbuh cepat namun diiringi dengan stagnasi pengeluaran konsumen.
Kondisi ini membuat indeks dolar sedikit tergelincir ke posisi 101,36. Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS ikut turun dengan tenor 10 tahun berada di posisi 4,3804 persen.
Sementara itu, sektor logam mulia mencatatkan bulan yang berat di mana harga emas spot turun 11,5 persen menjadi 4.011 dolar AS per ons dan perak merosot 24,5 persen ke posisi 56,7 dolar AS per ons.
