Banjir Landa Tapanuli Tengah: Tanggul Jebol, 145 Jiwa Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi usai banjir di Kelurahan Sipange, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (19/7/2026). Foto: BPBD Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai banjir di Kelurahan Sipange, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (19/7/2026). Foto: BPBD Sumut

Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Jumat (17/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan bahwa hujan deras mengguyur wilayah Tukka yang mengakibatkan naiknya air di Kelurahan Sipange.

Akibatnya, tanggul darurat di sungai jebol hingga menggenang permukiman warga setinggi pinggang orang dewasa.

"Dari hasil pantauan di sungai, tanggul darurat yang berada di Kelurahan Sipange jebol yang mengakibatkan air masuk ke rumah-rumah penduduk. Debit dan ketinggian air mengalami peningkatan dari biasanya hingga setinggi pinggang orang dewasa," kata Sri dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/7).

Kondisi usai banjir di Kelurahan Sipange, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (19/7/2026). Foto: BPBD Sumut

BPBD setempat kemudian melakukan evakuasi warga berjumlah 10 orang, termasuk dua anak-anak berumur sembilan tahun ke tempat yang lebih aman.

"Selanjutnya tim melakukan penelusuran ke rumah-rumah warga manakala ada warga yang belum terevakuasi," ujar Sri.

Sri menuturkan, pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 16.00 WIB, wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, juga mengalami banjir kembali akibat curah hujan deras.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.

Pada Minggu (19/7), sekitar pukul 09.00 WIB, air sungai telah surut dan warga kembali ke rumahnya masing-masing.

"Hingga laporan ini disampaikan keadaan banjir sudah surut di seluruh lokasi banjir. Dan saat ini cuaca cerah serta di beberapa titik sudah kering. Masyarakat sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing untuk lakukan pembersihan," ucap Sri.

BPBD setempat masih bersiaga di lokasi untuk penanganan pembenahan material banjir. Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapteng mengungsi di Gereja HKBP.

Sementara, dapur umum telah didirikan untuk pelayanan logistik dan konsumsi para pengungsi.