Ormas-ormas di Pati Gelar Doa Bersama, Sepakat Jaga Kondusivitas

Berbagai Organisasi Massa (Ormas) di Kabupaten Pati menggelar doa bersama. Ormas-ormas Pati menyuarakan sikap untuk Pati yang damai, aman, kondusif dan bermartabat.
Pantauan di Alun-alun Pati, berbagai ormas hadir mulai pukul 19.45 WIB. Mereka datang dengan mengenakan kostum identitas masing-masing ormas.
Doa bersama dan pernyataan sikap ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panitia Ahmad Sulaim Habibi. Pada kesempatan itu, Ahmad Sulaim Habibi mengajak peserta berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, damai, dan kondusif.
"Kita berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, dan damai kondusif dan bermartabat," kata dia saat memberikan sambutan dari atas panggung, Jumat (21/8).
Acara dilanjutkan dengan pernyataan sikap secara bersama-sama. Peserta menyalakan lilin dan lampu ponsel masing-masing. Mereka bersama-sama mengucap pernyataan sikap.
Adapun pernyataan sikap dipimpin oleh Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid. Majid mengatakan atas nama kepentingan masyarakat dan demi terpelihara keamanan, ketertiban, persatuan dan kehormatan Kabupaten Pati menyatakan beberapa sikap.
"Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai kondusif dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh warga," kata Majid saat menyatakan sikap.
Lebih lanjut pernyataan sikap selanjutnya mendukung menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi namun menolak sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara provokatif, intimidatif, anarkis, dan tidak beretika serta berpotensi memecah persatuan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk serta senantiasa kepentingan persatuan dan keutuhan negara kesatuan negara Republik Indonesia di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat, perbedaan pendapat bagian dari demokrasi namun hendaknya tidak menjadi alasan menghadirkan perpecahan, kegaduhan mari kita bersama menjaga ruang demokrasi tetap beradab," jelas dia.
"Kami mengajak seluruh masyarakat mengedepankan dialog, musyawarah, kehormatan terhadap hukum serta menjaga adat etika dan budaya santun dalam penyampaian pendapat," lanjut dia.
Majid juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi belum terverifikasi, isu menyesatkan. Kemudian mereka mendukung aparat penegak hukum secara profesional adil dan tegas dalam menjaga keamanan ketertiban serta menjaga hak konstitusi seluruh warga.
"Kami mengajak seluruh warga memusatkan energi pikiran menjaga perdamaian serta membangun daerah sendiri. Oleh karena itu agar tidak mudah terlihat aksi di luar daerah yang berpotensi menimbulkan polarisasi," jelasnya.
Setelah pernyataan sikap, para peserta membubarkan diri. Acara terakhir diisi dengan ramah tamah dan makan bersama.
