Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Dicopot Prabowo
·waktu baca 2 menit

Dadan Hindayana resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan Prabowo disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
Dadan dikenal sebagai entomologis Indonesia dari kampus IPB. Di dunia akademisi, nama Prof Dadan cukup terkenal. Karya tulisnya kerap masuk dalam jurnal-jurnal science.
Sebelum masuk pemerintahan, Dadan mengajar di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB dan menekuni bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga.
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967 itu menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB pada 1990. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di University of Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus pada bidang entomologi terapan.
Karier Dadan tidak hanya berkutat di dunia akademik. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan IPB, termasuk Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB. Selain itu, ia juga pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Saat dipercaya memimpin BGN, Dadan mendapat tugas besar untuk mengawal pemenuhan gizi nasional, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Badan Gizi Nasional bertugas merumuskan kebijakan, melakukan koordinasi, hingga pengawasan dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Dadan pun menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Prabowo dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2) lalu.
Dadan dilantik sebagai Kepala BGN di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Agustus 2024. Jabatannya kini diemban oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.
Dadan tak menjawab telepon kumparan terkait pencopotannya dari Kepala BGN.
