Selain Uang Asing, Polisi Sita Emas Batangan 74 Kg dari Rumah di Sentul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Temuan hasil penggeledahan di TKP Rumah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Temuan hasil penggeledahan di TKP Rumah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita emas batangan seberat sekitar 74 kilogram saat menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, terkait penyidikan dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya penyitaan emas dalam penggeledahan tersebut.

“(Emas) sekitar 74 kg,” kata Budi saat dihubungi, Rabu (8/7).

Rumah di Sentul menjadi salah satu dari 12 lokasi yang digeledah penyidik dalam pengembangan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi, yakni pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026, kasus PT Asabri, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Sebelumnya, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto membenarkan bahwa rumah di Sentul termasuk salah satu lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan.

“Betul (rumah di Bogor),” ujar Totok saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Berdasarkan video yang diterima kumparan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di dalam tembok dan ditutupi panel kayu. Selain itu, dalam foto yang diterima kumparan terlihat koper berisi uang pecahan 100 dolar Singapura, juga 100 dolar AS serta koper lain yang berisi emas batangan.

Budi mengatakan penggeledahan dilakukan di 12 lokasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bogor.

“Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi,” kata dia.

Sebelumnya, penyidik juga menyita uang tunai dalam berbagai mata uang asing dari sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Dengan penambahan empat titik baru pada Rabu (8/7), total lokasi yang telah digeledah penyidik kini menjadi 12 titik.