Konten dari Pengguna

Mengapa Mahasiswa Aktif di Kelas Sering Dianggap Caper?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulana Abim Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Aktif di Kelas Termasuk Tindakan Caper? Ini Faktanya!

Banyak teman kelas kita di dunia Perkuliahan maupun Sekolah sering kali ber asumsi bahwa rasa semangat belajar kita disalah artikan sebagai tindakan mencari perhatian atau Caper ke Dosen maupun Guru di kelas. Padahal aktif di kelas merupakan tindakan yang menunjukan semangat belajar yang tinggi tanpa kita sadari. Rasa tertarik dan ingin tahu terhadap materi yang sedang diterangkan oleh bapak atau ibu Dosen adalah hal yang menarik untuk kita simak dan pahami secara seksama. Apa lagi ketika materi yang disampaikan sesuai dengan minat bakat atau fenomena yang sedang ingin kita kaji sesuai di kehidupan sehari-hari kita. Hal tersebut memicu semangat belajar kita untuk aktif di kelas.

Mahasiswa sedang aktif di kelas dalam seminar Universitas Pancasakti Tegal. Sumber/Kredit Foto: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa sedang aktif di kelas dalam seminar Universitas Pancasakti Tegal. Sumber/Kredit Foto: Dokumentasi Pribadi.

Namun mengapa semangat belajar kita sering dianggap mencari perhatian ke dosen oleh teman sekelas kita ?

Dari beberapa pertemuan diruang kelas sering kita amati ada beberapa mahasiswa yang aktif merasa tidak disukai oleh teman satu kelasnya. Karena kognitif yang kritis, aktif berbicara, dan bertanya dalam pembelajaran artinya dia sedang mencari perhatian agar mendapat mendapat image yang bagus di hadapan dosen supaya diberi nilai yang sempurna. Semakin aktif dalam forum pembelajaran semakin meningkat nilai dan kemampuan kognitif kita, semakin mudah pula bapak ibu dosen mengenali mahasiswanya. Hal tersebut justru menimbulkan iri hati secara personal yang menyebabkan kecemburuan sosial antar satu sama lain sehingga semakin turun minat belajar mahasiswa yang kurang aktif dalam forum pembelajaran.

Untuk mengatasi masalah tersebut perlunya edukasi dan diskusi dengan mahasiswa satu sama lain di luar jam pembelajaran.

Ketika sedang ada waktu luang sempatkan untuk ngobrol santai bareng temen kelas pelan pelan kita menjelaskan bahwa tindakan di kelas adalah murni karena dorongan semangat belajar bukan mencari perhatian satu sama lain. Dari tindakan kecil tersebut secara perlahan dapat mengubah bias lewat obrolan santai asumsi caper terhadap mahasiswa yang aktif di kelas. Meskipun masih banyak teman sekelas yang belum bisa menerima akan hal tersebut namun beberapa mulai memahami kondisi tersebut merupakan murni semangat belajar dalam dunia perkuliahan bukan semata mata untuk mencari popularitas di ruang lingkup belajar.

"Seseorang tidak dapat memahami suatu hal karena tidak pernah ada diposisi tersebut"