Dosen ITB Ungkap Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air untuk Pendinginan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Ir. Poetro Lebdo Sambegoro memberikan keterangan terkait Proyek Data Center AI di Lab Ilmu dan Rekayasa Termal ITB, Kamis (1/10/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Ir. Poetro Lebdo Sambegoro memberikan keterangan terkait Proyek Data Center AI di Lab Ilmu dan Rekayasa Termal ITB, Kamis (1/10/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Rencana pembangunan Data Center AI di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, turut menjadi perhatian dari sisi kebutuhan air untuk sistem pendinginan. Pasalnya, data center yang berisi ribuan perangkat komputer menghasilkan panas sehingga membutuhkan sistem pendingin agar perangkat dapat bekerja optimal.

Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Poetro Lebdo Sambegoro, menjelaskan air menjadi salah satu media yang umum digunakan dalam sistem pendinginan data center.

Menurut Poetro, perangkat elektronik dalam jumlah besar yang berada di dalam data center akan menghasilkan panas saat beroperasi. Jika suhu terlalu tinggi, perangkat dapat mengalami gangguan bahkan kerusakan.

"Data center itu sebenarnya adalah kumpulan dari komputer-komputer yang mungkin jumlahnya ribuan yang diletakkan di suatu ruangan atau gedung. Sama seperti peralatan elektronik lainnya seperti handphone kita atau laptop, itu menghasilkan panas," kata Poetro saat ditemui di Lab Ilmu dan Rekayasa Termal ITB, Kamis (1/10).

Karena itu, panas dari perangkat elektronik tersebut perlu dipindahkan menggunakan sistem pendingin. Air dapat digunakan sebagai media karena memiliki kemampuan pendinginan yang relatif tinggi dan mudah diperoleh dalam jumlah besar.

Atlet dayung nomor canoe Yuda Firmansyah berlatih dalam Pelatnas Dayung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Aditya Pradana Putra / ANTARA FOTO

Poetro menjelaskan, air dalam sistem pendinginan tidak sekadar digunakan lalu dibuang. Air berfungsi sebagai medium untuk memindahkan panas dari komponen elektronik sebelum panas tersebut kembali dilepaskan ke lingkungan melalui sistem pendingin.

"Air ini digunakan untuk mendinginkan dengan cara memindahkan panas dari komponen elektronik di data center-nya ke airnya. Kemudian air ini harus didinginkan lagi," ujarnya.

Dalam penerapannya, terdapat sejumlah desain sistem pendinginan. Salah satunya menggunakan sistem closed loop, yakni panas dari perangkat elektronik dipindahkan ke fluida pendingin, kemudian panas tersebut dilepaskan ke udara lingkungan menggunakan sistem pendingin udara.

Sistem lainnya dapat menggunakan menara pendingin. Dalam sistem ini, air dialirkan dan dipancarkan dari bagian atas menara sehingga sebagian air menguap dan membawa panas ke lingkungan.

Poetro mengatakan besarnya kebutuhan air sangat bergantung pada ukuran data center, konsumsi listrik, jumlah panas yang dihasilkan, serta desain sistem pendingin yang digunakan.

"Data center-nya makin besar, listrik yang digunakan semakin besar, panas yang dihasilkan semakin besar, sehingga jumlah air yang digunakan yang diperlukan untuk mendinginkan jadi semakin besar," jelasnya.

Karena itu, menurut Poetro, kebutuhan air untuk proyek data center perlu dihitung secara cermat agar tidak mengambil porsi pasokan yang selama ini digunakan untuk kebutuhan masyarakat.

"Yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai air untuk kebutuhan pendinginan data center ini kemudian mengambil porsi air yang dibutuhkan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari," katanya.

Ia menilai penggunaan air sebagai media pendingin sebenarnya merupakan hal yang umum dalam pembangunan data center, baik di Indonesia maupun negara lain. Namun, pengelolaannya perlu dilakukan dengan teknologi yang tepat, termasuk kemungkinan penggunaan sistem daur ulang air.

Menurutnya, kekurangan pasokan air juga dapat memengaruhi kinerja data center. Jika jumlah air yang tersedia berada di bawah kebutuhan sistem pendinginan, kapasitas pendinginan akan menurun dan temperatur perangkat dapat meningkat.

"Kalau airnya itu kurang dari yang diperlukan, maka kapasitas pendinginannya jadi berkurang. Jadi nanti data center-nya bisa naik temperaturnya jadi lebih panas, kinerjanya jadi turun," pungkas Poetro.