Centralia, Kota yang Berjuluk 'Neraka Dunia'

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Centralia, sebuah kota kecil yang terletak di Columbia County, Pennsylvania. Kota ini dijuluki "neraka dunia" karena menyimpan sejarah yang cukup kelam bagi para penduduknya. Semua jalanan aspal retak, ditambah dengan gumpalan asap yang keluar di celah-celah aspal tersebut, kota bahkan tertutupi oleh gas beracun yang membahayakan hidup mereka.
Dahulu, populasi di kota ini cukup banyak, menginjak seribu jiwa di tahun 1981. Masalahnya bermula saat pemerintah setempat mempekerjakan lima orang untuk membersihkan tempat pembuangan sampah dengan cara membakarnya. Jika dilihat, pembakaran tersebut nampak normal, tetapi yang tidak diketahui adalah bahwasanya kobaran api ternyata merembet ke bawah dan menyebar melalui sebuah lubang yang mengarah ke bekas tempat tambang batu bara sedalam 91 meter yang ada di bawah kota.
Api tersebut merayap sejauh 12 kilometer dan membakar area bawah seluas 15 kilometer persegi. Akibat dari pembakaran inilah, muncul gas beracun karbon monoksida berkadar tinggi, sehingga menyebabkan jalanan retak; gasnya keluar dari celah-celah jalan.
Segala cara telah dilakukan oleh para pekerja, namun semua hasilnya sia-sia. Segala upaya gagal dilakukan dan penduduk berada dalam bahaya. Di awal tahun 1980-an, gas yang keluar telah menyelimuti sekitar 200 hektare tanah dan gas tersebut mencapai tingkat yang dapat mengancam jiwa.
Api, asap, dan gas beracun, benar-benar telah membuat kota tersebut hancur berantakan. Di tahun 2005, populasi kota ini menyusut menjadi hanya 12 orang saja. Sebagian besar rumah ditinggalkan dan para penduduk dipindahkan oleh pemerintah, meskipun beberapa menolak dan masih berada di kota.
Di masa jayanya, Centralia menjadi kota dengan lima hotel, tujuh gereja, sembilan belas toko umum, dua toko perhiasan, dan sekitar dua puluh enam salon. Hari ini, Centralia lebih dikenal sebagai kota hantu yang dijuluki ‘neraka dunia’. Bangunan-bangunan kosong hancur dan sebagian besar kota direklamasi secara alami.
Saat ini, api masih terus terbakar di bawah kota Centralia. Diperkirakan, api tidak akan padam setidaknya sampai 250 tahun ke depan.
Sumber: history.com | amusingplanet.com | theverge.com
