Konten dari Pengguna

Fenomena 'Salju Merah' di Antartika

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Penampakan Salju Merah di Antartika
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Penampakan Salju Merah di Antartika

Saat ini, Antartika sedang memasuki musim panas, yang berarti benua yang dipenuhi es dan salju tersebut sedang berada dalam suhu tertinggi yang pernah tercatat di sana. Suhu tinggi tersebut bahkan mampu melelehkan gletser besar dengan waktu yang cukup cepat, sehingga secara tidak langsung akan dapat mempengaruhi perubahan iklim di masa mendatang.

Tak sampai di situ, Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina dalam postingan Facebook-nya, menginformasikan bahwa, dalam beberapa minggu terakhir, es di sekitar Pangkalan Penelitian Vernadsky Ukraina yang ada di Pulau Galindez, lepas pantai semenanjung paling utara Antartika, diselimuti oleh garis-garis berwarna merah dan merah muda, mengelilingi sebagian besar gletser dan genangan air di dataran beku.

Menurut para peneliti, warna merah pada es di sana sebenarnya adalah sejenis ganggang berpigmen merah yang disebut Chlamydomonas nivalis, yang pada umumnya bersembunyi di dataran dan pegunungan bersalju di seluruh dunia. Ganggang tersebut dapat tumbuh subur di air yang membeku dan menghabiskan musim dingin dengan tertidur di sana. Dan ketika musim panas tiba, es mulai mencair dan ganggang akan mekar, sehingga menyebarkan spora merah, seperti bunga.

Foto: Warna merah Berasal dari Karoten di Kloroplas Alga.

Warna merah pada fenomena ini berasal dari karoten di kloroplas alga, yaitu sebuah pigmen yang sama dalam membentuk warna di labu dan wortel. Selain rona merahnya, pigmen ini juga dapat menyerap panas dan melindungi alga dari sinar ultraviolet, sehingga memungkinkan organisme dapat berjemur di panasnya matahari di musim panas tanpa adanya risiko mutasi genetik.

Itu memang bagus untuk alga, namun tidak untuk es. Menurut para peneliti di Ukraina, kehadiran ganggang tersebut dapat memicu pemanasan dan pencairan dengan lebih cepat. Warna merah pada es akan memantulkan lebih sedikit sinar matahari, sehingga akibatnya es dapat meleleh lebih cepat.

Semakin panas ganggang menyerap sinar, maka semakin cepat pula es di sekitarnya mencair. Semakin banyak es yang mencair, semakin cepat pula ganggang akan menyebar. Dan dampak akhirnya, akan menyebabkan lebih banyak pemanasan dan pencairan sehingga akan berdampak ke seluruh daratan di Bumi.

Sumber: natureworldnews.com | futurism.com | livescience.com

Sumber foto: facebook.com/UAMON