Konten dari Pengguna

Gelas Sekali Pakai Ternyata Telah Ada Sejak 3600 Tahun yang Lalu

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto:  Gelas  sekali pakai dibuat oleh peradaban Minoa untuk minum anggur
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Gelas sekali pakai dibuat oleh peradaban Minoa untuk minum anggur

Gelas sekali pakai mungkin sudah menjadi hal yang familiar dalam kehidupan kita saat ini. Saat kita pergi ke sebuah acara, sebagian besar pasti menyajikan gelas sekali pakai yang akan langsung dibuang saat selesai digunakan. Namun, jika kamu berpikir bahwa gelas sekali pakai adalah sebuah penemuan baru dari zaman modern ini, coba pikirkan lagi.

Pasalnya, sebuah pameran di British Museum, London memamerkan sebuah gelas kuno yang terbuat dari tanah liat di sebelah sebuah gelas kertas yang biasa kita lihat sekarang. Gelas kuno tersebut diperkirakan dibuat di Pulai Kreta, terletak di Laut Mediterania sekitar 1.700 hingga 1.600 tahun sebelum masehi.

Gelas kuno tersebut disebut sebagai produk dari peradaban Minoa, salah satu peradaban maju di Eropa. Gelas tersebut juga ditemukan di seluruh lokasi di pulau tersebut, dan karena hal inilah diyakini bahwa gelas tersebut adalah gelas yang hanya sekali pakai. Diyakini setelah orang-orang dahulu menyajikan anggur ke dalam gelas tersebut, mereka akan membuangnya di jalanan ketika sudah selesai minum.

“Orang mungkin sangat terkejut ketika mengetahui bahwa gelas sekali pakai, bukanlah sebuah penemuan di lingkungan masyarakat modern kita, tetapi sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu,” kata Julia Farley, kurator pameran. “3.500 tahun yang lalu, orang Mino menggunakannya untuk alasan yang sangat mirip dengan kita, yakni pesta. Satu-satunya yang membedakan adalah materi. Mereka membuat gelasnya dari bahan tanah liat. Sama seperti plastik, tanah liat juga akan tetap terlihat di atas tanah selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Foto: Gelas Minoa dibuat dari tanah liat dan digunakan untuk menyajikan anggur.

Gelas Minoa ini telah ditampilkan sejak tahun 1990-an, dan disebelahnya terdapat sebuah cangkir plastik yang ditemukan di pantai Guam. Pembuatnya, Anthony Guerrero ingin mengomentari tingkat pencemaran plastik di daerah setempat, serta menyoroti bagaimana sebagian besar plastik di daerah Pasifik dibuang oleh sebagian besar industri perikanan, transportasi makanan, dan industri konstruksi.

Sumber: sciencealert.com | article.wn.com | iflscience.com

Sumber foto: pixabay.com