Harta Perang Chuuk Lagoon

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
Selama Perang Dunia Kedua, Chuuk Lagoon (yang juga dikenal dengan sebutan Laguna Truk) digunakan untuk pangkalan utama Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Letaknya dekat dengan Kepulauan Marshall, di mana pertempuran sengit melawan Amerika Serikat berlangsung, menjadikannya sumber dukungan penting bagi garnisun Jepang yang berada di sekitar Pasifik Selatan.
Namun antara 17 dan 18 Februari 1994, AS melancarkan serangan dengan nama kode 'Operasi Hailstone'. Pertempuran dua hari itu menenggelamkan 12 kapal perang, 32 kapal dagang dan menghancurkan sekitar 250 pesawat Jepang. Ribuan tentara dari Negeri Sakura juga terbunuh.
Setelah perang selesai dan pasukan kedua negara pulang ke negara masing-masing, sisa-sisa dari serangan tersebut masih tertinggal dalam kondisi cukup baik. Hingga hari ini, di kedalaman Chuuk Lagoon para penyelam bahkan masih dapat melihat bukti sejarahnya dengan sangat jelas.
Segala yang tersimpan di bawah air itu lantas dijuluki 'Armada Hantu Truk Lagoon'. Di mana mayoritas bangkai kapal korban Operasi Hailstone terletak di bawah permukaan air jernih kurang dari lima belas meter; dipenuhi dengan bahan peledak hidup, ranjau, amunisi, detonator, torpedo, serta sisa-sisa kerangka manusia.
Sumber: amusingplanet.com
