Hotel Indah yang Terlupakan di Pengunungan Alpen

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada akhir abad ke-19, ketika jalan Furka Pass yang berada di Pegunungan Alpen Swiss selesai dibangun. Wisatawan berbondong-bondong datang ke wilayah tersebut untuk menikmati pemandangan gletser yang indah. Wisatawan yang datang biasanya menginap di Hotel Belvédère.
Hotel ini menjadi salah satu tempat ikonik di Pegunungan Alpen Swiss. Tidak ada tempat lain di dunia ini yang dapat sangat dekat dengan tepi gletser, kamar hotel dan balkonnya menghadap ke sungai es yang besar. Para tamu dapat menikmati perjalanan menyusuri jalan beraspal ke gletser yang berjarak sekitar 600 meter. Didekatnya juga terdapat sebuah gua es yang indah sepanjang 300 kaki, memungkinkan para tamu berpergian ke dalamnya.
Sepanjang abad ke-20, pengunjung yang datang ke Gletser Rhone dan Hotel terus meningkat berkat pembukaan dua jalur kereta api baru — Furka Oberalp Railway dan Glacier Express. Dengan meningkatnya mobil pribadi setelah Perang Dunia Kedua, semakin banyak orang dapat menikmati kesenangan berkendara di sepanjang gunung dengan berhenti dan menginap di Hotel Belvédère. Tamu penting seperti Paus Yohanes XXIII dan Sean Connery pernah menginap disana. Kala itu industri perhotelan di seluruh Swiss sedang meningkat pesat, Josef Seiler sang pemiliknya bahkan berani merenovasi hotel dengan menambahkan dua lantai lagi, menjadikan hotel terlihat seperti penampilannya saat ini.
Mulai tahun 1960-an, jumlah tamu di Hotel Belvédère dan tempat lain di Alpen mulai menurun tajam. Kendaraan seperti Mobil menjadi terlalu kuat dan cepat, sehingga apa yang sebelumnya merupakan perjalanan dua atau tiga hari melalui celah menjadi perjalanan pulang pergi satu hari. Para tamu yang sebelumnya bermalam sekarang hanya melakukan perjalanan singkat ke Gletser Rhone, mereka mampir untuk makan siang atau minum teh di hotel, lalu pergi. Jumlah tamu hotel di Belvédère dan desa Gletsch, yang terletak tepat di bawah mulut Gletser Rhone, tenggelam dengan cepat. Hotel Belvédère tidak pernah sama sejak saat itu.
Perubahan iklim juga turut serta menghilangkan daya tarik satu-satunya pengunjung hotel. Gletser berusia 11.000 tahun ini diketahui surut sebanyak 10 setimeter dalam sehari dan secara konsisten kehilangan sekitar 130 kaki setahun. Gua yang diukir untuk dapat dijelajahi oleh para tamu, sudah tidak aman lagi untuk dikunjungi. Kondisi gletser yang surut, berdampak besar. Semakin gletser bergerak menjauh dari celah, semakin berkurang orang yang berkunjung ke hotel. Akhirnya pihak hotel memutuskan untuk menutup hotel, yang nampaknya tidak akan pernah dibuka kembali.
Kendati begitu, bangunan hotel tetap terlihat indah, membuat banyak pengemudi yang melewati jalur dekat hotel sengaja berkunjung untuk sekadar mengambil gambar bangunan dan latar belakang pegunungannya. Bangunan itu masih terlihat megah walaupun pintu dan jendelanya tertutup, inilah bukti dari perjalanan waktu dan perubahan iklim.
Sumber: worldkings.org | bbc.com |altasobcura.com
