Konten dari Pengguna

Ketika Kapal Dibuat dari Beton

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Kapal Dibuat dari Beton
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Bangkai kapal beton di Kiptopeke | commons.wikimedia.org

Beberapa dekade sebelum Perang Dunia dimulai, pada 1848, Joseph-Louis Lambot mencoba membuat perahu kecil dari beton. Ternyata dia berhasil, seorang insinyur di Italia pun menirunya dengan membuat kapal beton berukuran lebih besar, dan tak lama kemudian kapal-kapal beton makin populer di Eropa.

Hanya saja, seperti yang diduga, beton sama sekali bukan material ideal untuk membuat kapal. Biaya pembuatannya lebih murah? Ya, Tetapi biaya perjalanannya lebih mahal.

Masalah paling mendasar dari kapal beton ialah membutuhkan lambung sangat tebal untuk dapat sekuat baja; hal ini membuatnya sangat berat. Ketika bobot kapal lebih berat akan butuh lebih banyak bahan bakar untuk bergerak, jua tatkala lambung rusak makan akan lebih cepat tenggelam.

Namun dengan segenap kekurangannya, kapal beton tetap saja diproduksi. Selma SS merupakan salah satu kapal beton terbesar yang dibuat pada tahun 1919. Sisa-sisa reruntuhannya dapat ditemukan di Teluk Galveston, Texas, Amerika Serikat.

Serta, ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia pertama, Woodrow Wilson menyetujui pembuatan 24 kapal beton sebagai armada pendukung Angkatan Laut. Hasilnya? Tidak ada satu pun dari kapal yang diselesaikan tepat waktu. Bahkan ketika perang berakhir, cuma 12 kapal yang siap digunakan.

Alasan kapal beton tetap dipaksakan untuk dibuat yaitu lantaran kelangkaan baja. Saat periode perang, harga baja bisa sangat mahal. Maka sekali lagi, Amerika Serikat membuat 24 kapal beton untuk Perang Dunia Kedua. Kali ini lebih bermanfaat, kapal-kapal memainkan peran penting selama perang terutama kala pendaratan D-Day di Normandia.

Setelah perang berakhir, dan baja mulai murah tersedia, kapal beton menemukan akhir perjalanannya. Banyak yang ditenggelamkan atau sengaja disimpan di pinggir pantai untuk memecah gelombang besar. Sebagian di antaranya masih dapat kita lihat di Sungai Powell, British Columbia, Kanada.