Konten dari Pengguna

Memanfaatkan Cabai dan Bumbu Dapur untuk Teknologi Panel Surya

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cabai yang mengandung capsaicin | Gambar oleh Markus Spiske dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cabai yang mengandung capsaicin | Gambar oleh Markus Spiske dari Pixabay

Sebagian dari kita mungkin tak mengira bahwa bahan bumbu dapur dapat bermanfaat untuk membentuk panel surya. Namun, beberapa bahan makanan terbukti bermanfaat secara tak terduga saat ditambahkan ke sel surya. Ilmuwan Jon Major mengungkapkan hal ini, kepada BBC International.

Capsaicin, disebutkan olehnya, bahan kimia yang membuat cabai terasa pedas, terbukti meningkatkan sel surya perovskite, perangkat yang membentuk panel surya. Capsaicin ternyata senyawa organik yang kebetulan memiliki sifat khusus yang membuatnya cocok untuk pemrosesan sel surya. Menambahkan capsaicin akan membentuk bahan aktif sel surya sehingga memungkinkannya untuk mengangkut listrik dengan lebih efektif.

Lebih menarik lagi, zat capsaicin ini mampu mengubah cara kerja sel panel surya dan memungkinkan lebih banyak sinar matahari diubah menjadi listrik. Intinya, menambahkan capsaicin akan menambah elektron.

Ilustrasi tahu Jepang yang mengandung nigari | Gambar oleh quintonwu dari Pixabay

Penelitian capsaicin, dari cabai yang biasa dijumpai di dapur, masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan. Juga tak menutup kemungkinan adanya materi zat yang bisa digunakan sebagai penyusun panel surya dari bahan bumbu dapur lainnya.

Penelitian sel surya sebenarnya adalah penelitian ilmu material yang berada di antara fisika dan kimia. Berkat kerumitannya, perkembangan teknologi atau proses sel surya selalu menghabiskan banyak pikiran dan waktu untuk menguji kinerja desain sel.

Pelan-pelan, kita tidak perlu heran jika akan lebih banyak senyawa yang ditemukan dalam makanan bisa diolah menjadi sel surya di masa depan, seperti garam atau nigari yang biasa ditemukan pada jenis tahu Jepang. Karena ternyata sering kali senyawa organik mempunyai sifat yang bermanfaat untuk kemajuan teknologi. [*]