Konten dari Pengguna

Nekropolis Dargavs, Kota Orang Mati di Rusia

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konon, ketika orang-orang Ossetian meninggal, mayat mereka dibiarkan membusuk di dalam pondok-pondok ini.

Nekropolis Dargavs, Kota Orang Mati di Rusia
zoom-in-whitePerbesar

Foto: commons.wikimedia.org

Sejarah kemunculan Dargavs yang terletak di Ossetia–Alania Utara, Rusia, dipercaya bermula sejak awal abad ke-14. Dahulu, para leluhur orang Ossetia menetap di pegunungan, namun harga tanahnya terlalu mahal untuk pemakaman. Terpaksa, mereka memilih lokasi kuburan lebih murah di tempat yang paling berangin dan kurang ramah.

Berselang beberapa abad kemudian, Dargavs pun menjadi area kuburan kuno. Penduduk lokal sering menyebutnya sebagai nekropolis, yang berarti 'kota orang mati'. Makam-makamnya dibentuk seperti gubuk dengan puncak runcing ala arsitektur Nakh (tipikal rumah orang-orang Vainakh).

Hadir banyak mitos yang menyelimuti Dargavs; beberapa di antaranya masih dipercaya hingga kini. Misalnya, di masa lalu, warga setempat senantiasa menghindari kunjungan ke Dargavs lantaran diyakini bahwa siapa saja yang masuk ke wilahnya tidak akan pernah keluar hidup-hidup. Pun pada saat ini, Dargavs relatif sepi dari kunjungan turis sekalipun nekropolis ini tergolong destinasi wisata sejarah kuno Rusia yang paling menakjubkan.

Juga, ada sebuah legenda yang menyebutkan bahwa Dargavs sebetulnya baru terbentuk sebagai kota orang mati pada abad ke-17. Kala itu, korban wabah secara sukarela mengkarantina diri di dalam gubuk sambil sabar menunggu nasib. Tatkala kematian menjemput, mayat mereka dibiarkan membusuk di dalam gubuk-gubuk Dargavs.

Sumber: atlasobscura.com