Konten dari Pengguna

Perpustakaan Beinecke yang Menyimpan Manuskrip dan Buku Langka

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perpustakaan Beinecke yang Menyimpan Manuskrip dan Buku Langka
zoom-in-whitePerbesar

Foto: beinecke.library.yale.edu

Sebelum pembangunan perpustakaan, buku-buku langka nan berharga di Universitas Yale, Connecticut, Amerika Serikat, disimpan pada sebuah rak khusus yang disebut Dwight Hall. Kemudian pada 1930, universitas ini mulai membangun ruang baca khusus bagi karya-karya langka itu.

Menjelang tahun 1963, ruang perpustakaan khusus itu bernama 'Perpusatakaan Beinecke' dan diperluas untuk memungkinkan penyimpanan 780 ribu volume buku. Lalu, setengah abad kemudian mereka sudah memiliki sekitar 500 ribu volume buku serta jutaan naskah langka lainnya.

Perpusatakaan Beinecke menyimpan hal-hal istimewa dan unik yang sulit --bahkan mustahil-- ditemukan di perpustakaan lainnya. Termasuk di dalam koleksinya ialah Alkitab Gutenberg asli serta Manuskrip Voynich yang misterius.

Baca juga: Susahnya Memecahkan Manuskrip Voynich yang Super Misterius

Terkhusus soal Manuskrip Voynich, yang selama enam abad selalu menggoda para ilmuwan untuk memecahkannya --namun terlalu sulit bagi mereka. Buku setebal 246 halaman ini ditulis pada awal abad ke-15 di Eropa Tengah, memiliki isi yang membingungkan karena diuraikan menggunakan bahasa teka-teki, dihiasi diagram asing, dan gambar-gambar aneh.

Semenjak ditemukan oleh Wilfrid Voynich pada tahun 1912, baru 10 halaman saja yang dapat diurai hingga saat ini. Sedangkan sisa 236 halaman lagi, ialah misteri dalam bahasa Ibrani kuno yang ditulis tanpa huruf vokal. Sayangnya, menemukan penerjamah yang ahli dalam bahasa dan sejarah Ibrani kuno merupakan ihwal hampir mustahil di zaman sekarang.

Sumber: beinecke.library.yale.edu | sciencealert.com