Konten dari Pengguna

Sekadar Menanam Jutaan Pohon Tak Akan Menyelamatkan Bumi

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pohon Merupakan Paru-Paru Dunia
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pohon Merupakan Paru-Paru Dunia

Sebanyak apa pun menanam pohon, tanpa perawatan yang tepat, dampaknya tidak akan banyak berarti terhadap pemanasan global. Ini karena pohon tumbuh sangat lambat sehingga tidak cukup jika kita hanya menanamnya dan kemudian pergi meninggalkannya. Pohon pun baru bisa menarik banyak karbon dioksida hanya setelah berusia 20-30 tahun.

Pohon sangat rentan terhadap berbagai ancaman pada tahun-tahun awal ditanam. Bisa tiba-tiba mati karena kekeringan, oleh badai, diserang hama, dan dibunuh penyakit. Kalaupun kita menanam jutaan pohon baru dalam hutan, rata-rata sekitar seperempatnya akan mati pada usia muda.

Serta tatkala sebuah pohon ditebang dan digunakan untuk bahan konstruksi, karbon yang ada dalam kayunya akan tetap terkunci selama struktur bangunan tersebut masih berdiri. Kondisi ini bertentangan dengan pohon-pohon yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan, akhirnya mati dan membusuk, dan semua karbon yang telah disimpan akan dilepaskan ke udara.

"Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang pergerakan karbon yang tepat," ungkap Profesor Rob MacKenzie, dari Universitas Birmingham, yang meneliti secara mendalam soal bagaimana pohon berfungsi di laboratorium luar ruangan berteknologi tinggi di Hutan Staffordshire, Inggris. "Kita menanam banyak pohon, kita berpikir bahwa kita telah menyelesaikan pekerjaan, kita pun melupakannya, dan yang tersisa adalah lansekap penyakit sekarat yang benar-benar sepi yang tidak ada seorang pun yang peduli."

Foto: Kekeringan Dapat Terjadi Jika Manusia Tidak Dapat Menjaga Alam.

Kuncinya ialah rencana pengelolaan hutan yang cermat dan menurut MacKenzie: akan menjadi bencana jika pemerintah hanya bergantung pada hutan untuk membersihkan kekacauan polusi karbon. Ide tersebut sejalan Stuart Goodall, yang mengelola Confor (asosiasi industri kehutanan), yang khawatir terhadap polah orang-orang dan para investor yang cuma bersemangat dengan penanaman tetapi tidak peduli dengan perawatan pada tahun-tahun selanjutnya.

"Kami tidak ingin dibuat terburu-buru oleh orang lain yang secara tiba-tiba tertarik (menanam pohon) dan kemungkinan melarikan diri dalam waktu 5-10 tahun (kemudian)," tegasnya.

Demi peningkatan pengaruh signifikan dalam penanaman pohon dan penanganan polusi karbon, Goodall pun menyarankan ketersediaan pasokan bibit pohon dalam skala lebih besar dengan kepastian keseriusan dari pemerintah untuk merawatnya. Jika cuma ditanam dan ditinggal pergi, semuanya hanya akan mati sia-sia.

Sumber: theguardian.com | bbc.co.uk

Sumber foto: pixabay.com