Konten dari Pengguna

Sprite dan Petir-petir Kolosal di Atas Awan

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petir yang lazim kita lihat belum seberapa bila dibandingkan dengan sprite dan 'senior'-nya.

Sprite dan Petir-petir Kolosal di Atas Awan
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Blue jet | Flickr/Muscapix

Antara permukaan bumi dan ionosfer, terdapat perbedaan listrik alam sekitar 300.000 volt. Perbedaan listrik sebesar itu diisi oleh beragam fenomena alam, mulai dari petir yang biasa kita lihat, sprite, dan kilatan listrik raksasa lainnya.

Sprite bukanlah petir biasa, bukan yang lazim kita lihat ketika hujan, letaknya di atas awan guntur dan warnanya kemerah-merahan. Dahulu, sprite cuma rumor karena aktivitas listrik di atas awan belum terbukti secara ilmiah. Tetapi semenjak tahun 1990-an, foto-foto yang menangkap sprite berhasil membuktikan eksistensinya dan menggoda para ilmuwan untuk menulusuri fenomena yang lebih besar.

Lebih besar dari sprite, ada yang disebut blue jet. Warnanya biru, dan tercipta di puncak awan kumulonimbus. Kilatan listriknya mampu menempuh jarak sekitar 40-50 kilometer.

Sedangkan yang paling kolosal, yang mengandung listrik ratusan kilovolt, biasa disebut gigantic jet. Jarak sambarannya 7 kali lebih jauh dari petir normal, dengan daya tembak vertikal hingga lebih dari 70 kilometer. Gigantic jet juga dikenal dengan sebutan Transient Luminous Event (TLE); petir ini tidak memiliki karakteristik khusus (misal: warna) seperti yang dimiliki sprite dan blue jet.