Konten dari Pengguna

Wabah Cacar Musnahkan Jutaan Pribumi di Benua Amerika

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cacar di Meksiko | Kredit Foto: Commons Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cacar di Meksiko | Kredit Foto: Commons Wikimedia

Cacar pada mulanya bersifat endemik dan terjadi secara terpisah selama berabad-abad di Eropa, Asia, dan Arab. Orang-orang meninggal akibat penyakit ini secara terus-menerus, dengan tiga dari sepuluh orang yang terinfeksi akan wafat dengan sisa luka bopeng. Akan tetapi, jumlah di Dunia Lama itu tidak sebanyak setelah penemuan Benua Amerika (Dunia Baru), ketika jumlah manusia yang wafat akibat cacar seketika menjadi sangat banyak.

Pangkal bencana bermula pada abad ke-15, tatkala rakyat Eropa menderita akibat cacar dan para pelautnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Benua Amerika. Pada abad yang sama, orang-orang Portugis juga mulai menguasai dan membawa cacar ke Afrika Barat.

Berselang waktu kemudian, pada abad ke-16, orang-orang Eropa mulai menguasai Amerika Tengah dan Selatan, sembari menjalankan bisnis perdagangan budak impor dari Afrika. Di titik masa inilah kerusakan hebat terjadi.

kumparan post embed

“Tidak ada pembunuhan (besar-besaran) dalam sejarah manusia yang menandingi apa yang telah terjadi di Amerika —dengan 90 hingga 95 persen populasi pribumi telah musnah selama lebih dari seabad,” ungkap Thomas Mockaitis, profesor sejarah di Universitas DePaul, tentang serangan wabah cacar terhadap pribumi Meskiko sebagai orang asli Amerika.

Ilustrasi Penaklukan Aztec oleh Spanyol | Kredit Foto: Commons Wikimedia

Tidak berlebihan apa yang dikatakan oleh Mockaitis, faktanya, cacar jugalah yang "membantu" orang-orang Spanyol dalam menguasai wilayah Kerajaan Aztec. Setelah mendarat pada Februari 1519, Hernan Cortes hanya perlu waktu dua tahun untuk menjajah Aztec di pedalaman Meksiko. Persenjataan dan taktik perang Spanyol memang berperan dalam penaklukan, tetapi sebagian besar kehancurannya justru disebabkan oleh cacar. Jika bukan karena bantuan wabah, bagaimana bisa 500 prajurit Cortes menghancurkan kerajaan yang berpopulasi sekitar 16 juta orang dan luas sekitar 128.747.000 hektare?

Secara keseluruhan, menurut National Center for Biotechnology Information (NCBI), total kematian akibat cacar di Meksiko ialah sekitar 8 juta jiwa (dari total populasi 22 juta manusia) yang berlangsung selama satu tahun saja (1545-1550). Sementara Mockaitis yakin: "Meksiko menyusut dari 11 juta orang sebelum penaklukan menjadi satu juta," dalam rentang waktu abad ke-16 hingga abad ke-19.

Butuh waktu cukup lama sampai manusia dapat melawan cacar dengan terobosan medis. Dokter di Inggris yang bernama Edward Jenner mampu membuat vaksinnya pada abad ke-18, setelah mengetahui bahwa orang yang terinfeksi virus "cacar sapi" akan kebal terhadap virus cacar biasa (yang lebih kuat). Vaksin untuk cacar terus-menerus dikembangkan setelah itu dan penyakit ini dinyatakan telah benar-benar musnah pada tahun 1980, berdasarkan pernyataan resmi dari WHO.

Sumber:

  • How 5 of History's Worst Pandemics Finally Ended | History

  • History of Smallpox | CDC

  • Megadrought and Megadeath in 16th Century Mexico | NCBI

  • How smallpox devastated the Aztecs – and helped Spain conquer an American civilization 500 years ago | The Conversation