Konten Media Partner

18 Nakes RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat Positif Corona, 4 di Antaranya Dokter

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Foto: Dok. acehkini
zoom-in-whitePerbesar
RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Foto: Dok. acehkini

Sejumlah 18 orang tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di ruang Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (Pinere) Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, terkonfirmasi positif corona. Hal itu diketahui setelah keluar hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 3 Agustus lalu.

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Gunawan Sp.An mengatakan, para tenaga medis yang positif terpapar COVID-19 tersebut mulai dari dokter, perawat hingga petugas kebersihan atau cleaning service.

"Total semuanya ada 18 orang, dokter empat orang, perawatnya ada delapan orang, bidan dua orang, ADM-nya satu orang sama cleaning service-nya dua orang dan analis satu orang," kata Gunawan kepada jurnalis, Selasa (10/8/2021).

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Gunawan Sp.An, saat memberikan keterangan pers kepada jurnalis. Foto: Dok. acehkini

Gunawan menjelaskan, saat ini para petugas medis yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi kompleks perumahan dokter Ujong Beurasok, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, karena ada yang tidak memiliki gejala dan ada yang hanya gejala ringan.

"Kondisi mereka stabil, ada yang tidak bergejala ada yang bergejala ringan. Kemarin ada yg sempat dirawat tapi sekarang semuanya isolasi mandiri, jadi disediakan tempat oleh rumah sakit," ujarnya.

Ia menegaskan, meski ada petugas medis yang terkonfirmasi COVID-19, namun pelayanan kesehatan di ruang Pinere RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tetap aman, karena pihaknya sudah melakukan perekrutan tenaga kesehatan dan paramedis yang baru sehingga tidak mengganggu pelayanan.

"Kalau untuk pelayanan kita saat ini tidak terganggu, karena kebetulan kita juga melakukan perekrutan kembali tenaga dari perawat dan dokter yang memang ada di rumah sakit kita ini," sebut Gunawan.

kumparan post embed