Konten Media Partner

90 Kasus Positif Baru, Satgas: Gebrak Masker untuk Kendalikan COVID-19 di Aceh

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah Aceh mengampanyekan Gebrak Masker Aceh (GEMA) pada 4 September 2020 untuk menekan laju penularan COVID-19. Foto: Humas Setda Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah Aceh mengampanyekan Gebrak Masker Aceh (GEMA) pada 4 September 2020 untuk menekan laju penularan COVID-19. Foto: Humas Setda Aceh

Warga yang terjangkit virus corona atau COVID-19 di Aceh terus bertambah. Pada Jumat (4/9), ada 90 kasus baru sehingga total angka positif COVID-19 di Serambi Makkah mencapai 1.883 orang.

Di hari terjadi penambahan 90 kasus baru, Pemerintah Aceh mengampanyekan Gerakan Masker Aceh (GEMA) secara serentak ke seluruh kabupaten/kota. GEMA yang merupakan bagian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) yang dilakukan di seluruh Indonesia.

"Gebrak Masker Aceh (GEMA) serentak di seluruh Aceh untuk menyentak kepedulian kita semua akan ancaman virus corona yang mengancam jiwa masyarakat. Kasus baru COVID-19 dilaporkan bertambah 90 orang lagi, dan 2 pasien meninggal dunia," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangannya, Jumat (4/9) malam.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Suparta/acehkini

Jubir yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, 90 kasus baru COVID-19 di Aceh meliputi 30 warga Aceh Besar, 23 warga Kota Banda Aceh, 12 dari Aceh Barat, 9 orang warga Pidie, 5 dari Sabang, dan 4 orang warga Aceh Timur.

Kemudian warga Aceh Jaya dan Subulussalam masing-masing 2 orang. Sedangkan warga Aceh Selatan dan Bireuen sama-sama 1 orang. Sisanya 1 orang lain warga dari luar daerah Aceh.

"Pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia, 1 orang warga Aceh Besar, dan yang lainnya 1 orang lagi warga Aceh Barat," kata SAG.

Kampanye Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) di Aceh. Foto: Humas Setda Aceh

Menurutnya, kasus-kasus baru infeksi virus corona akan terus bertambah bila belum tumbuh kesadaran bersama, bahwa COVID-19 bisa dilawan dengan cara sangat sederhana.

"Virus corona tak leluasa menular apabila semua orang disiplin mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama, dan memakai masker seperti pakaian yang wajib dikenakan sehari-hari," sebutnya.

SAG menyebut, melonjaknya kasus-kasus baru belakangan ini di Aceh karena proses tracing terus dilakukan di kabupaten/kota. Setiap satu orang pasien COVID-19 yang ditelusuri ditemukan dua atau tiga kasus baru yang merupakan kontak eratnya. Mereka ikut terinfeksi karena kontak erat, tinggal serumah, satu ruangan kerja, dan tidak memakai masker.

kumparan post embed

"Sosialisasi pemakaian masker dilakukan secara dramatis dan masif supaya kesadaran pemakaian masker itu pun menjadi masif di seluruh Aceh," tutur SAG.

Kasus Kumulatif COVID-19 di Aceh Jadi 1.883

Lebih lanjut, SAG menyampaikan jumlah akumulatif COVID-19 di Aceh per 4 September 2020 pukul 15.00 WIB telah mencapai 1.883 orang.

Dari jumlah tersebut, sambungnya, sebanyak 1.109 orang dalam perawatan tim medis di rumah sakit rujukan atau dalam proses isolasi mandiri, 700 orang dinyatakan sembuh, dan 74 orang meninggal dunia.

"Penyakit COVID-19 belum ada obatnya. Kita harus berupaya dengan sungguh-sungguh agar tidak tertular dengan cara disiplin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dengan orang lain, dan selalu memakai masker, terutama saat berada di luar rumah," ujar SAG.

kumparan post embed