Ada 810 Kasus Aktif COVID-19 di Aceh, Semua Kabupaten dan Kota Masih Zona Oranye

Hingga saat ini semua kabupaten dan kota di Aceh masih berstatus zona oranye atau risiko sedang penularan virus corona. Tercatat jumlah pasien/kasus aktif COVID-19 di Tanah Rencong yang masih dirawat atau isolasi mandiri sebanyak 810 orang dari total 8.538 kasus konfirmasi positif hingga Rabu (16/12) pagi.
"Aceh masih zona oranye, seperti dua minggu lalu. Semua kabupaten dan kota memiliki risiko sedang kenaikan kasus COVID-19," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG, Rabu (16/12).
SAG menyebut, peta zonasi risiko daerah COVID-19 mingguan tersebut sebagaimana yang dirilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional berdasarkan data per 13 Desember 2020.
"Meski semua kabupaten dan kota di Aceh merupakan zona oranye, zona risiko sedang kenaikan kasus COVID-19, namun memiliki varian nilai skoring yang berbeda-beda," sebutnya.
Ia menjelaskan, bila membandingkan perolehan nilai skor dwimingguan (6 Desember dan 13 Desember 2020) masing-masing kabupaten/kota, ada yang nilai skornya meningkat meski beberapa digit, ada yang tetap, dan bahkan ada yang nilai skornya menurun.
SAG menyampaikan, sembilan kabupaten/kota di Aceh yang nilai skornya meningkat beberapa digit meliputi Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Barat, Simeulue, Aceh Singkil, Bireuen, Benar Meriah, Kota Sabang, dan Kota Langsa.
Kemudian, delapan kabupaten/kota yang nilainya tetap meliputi Aceh Tengah, Pidie, Aceh Utara, Aceh Jaya, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe.
Sedangkan enam kabupaten/kota di Aceh yang nilai skornya makin menurun, sebut SAG, yakni Aceh Selatan, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Kota Subulussalam.
"Kabupaten/kota yang nilainya meningkat sedang mengarah ke zona kuning, dan kita berharap yang nilai menurun tidak semakin turun hingga menjadi zona merah. Perlu kerja keras semua pihak untuk memperbaiki kondisi pandemi COVID-19 di setiap daerah," kata SAG.
Seperti diketahui, lanjutnya, Tim Pakar Satgas COVID-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan. Indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan.
Hasil perhitungan dikategorisasikan menjadi empat zona risiko: zona risiko tinggi (merah) 0 – 1,80, zona risiko sedang (oranye) 1,81 – 2,40, zona risiko rendah (kuning) 2,41 – 3,0, dan zona tidak ada kasus (hijau): tidak tercatat kasus positif COVID-19 atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen.
"Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas COVID-19 dan segenap komponen pemerintahan dan masyarakat, sehingga dapat menakar effort yang masih diperlukan untuk meninggalkan zona oranye dan naik ke zona kuning atau zona risiko rendah COVID-19," jelasnya.
Update Data COVID-19 di Aceh
Sejak kasus positif corona pertama diumumkan di Aceh pada 26 Maret lalu, jumlah akumulatif kasus COVID-19 sudah mencapai 8.538. Hingga Rabu (16/12) pagi, tersisa 810 kasus aktif/pasien positif COVID-19 di Aceh yang masih dirawat atau isolasi mandiri.
"Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 8.538 orang. Penderita yang dirawat saat ini 810 orang, sembuh 7.386 orang, dan 342 orang meninggal dunia," ujar SAG.
