Konten Media Partner

Aksi TNI dan BPBD Aceh Timur Amankan Bayi dan Ibunya yang Terjebak Banjir

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota TNI mengevakuasi bayi yang terjebak banjir di Aceh Timur. Dok. Laung/TNI
zoom-in-whitePerbesar
Anggota TNI mengevakuasi bayi yang terjebak banjir di Aceh Timur. Dok. Laung/TNI

Hujan deras dalam sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Peureulak, Aceh Timur meluap, hingga banjir melanda permukiman warga. Sebagian warga terpaksa dievakuasi dari rumahnya oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, anggota TNI, Polisi, relawan dan warga. Sampai Sabtu (5/12) malam, banjir masih merendam sejumlah desa dalam 15 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.

Dalam upaya penyelamatan warga, ada kisah heroik yang dilakukan TNI, dan Tim BPBD Aceh Timur saat menyelamatkan para warga. Salah satunya saat mengevakuasi bayi 4 hari dan ibunya, Salma (38 tahun) yang terjebak banjir di rumahnya, Gampong Alue Bate, Kecamatan Rantau Peureulak, pada Jumat (4/12) Sore.

kumparan post embed

Aksi itu dilakukan Babinsa Koramil 14/Rantau Peureulak Kodim 0104/Aceh Timur, Koptu Agung Suherlan dan Serka Eka Syahputra, bersama Tim BPBD dan warga. Mereka menolong bayi dan ibunya yang terjebak di rumahnya yang telah dikepung genangan banjir dengan arus deras. Salah seorang Babinsa terlihat mengendong bayi, dan membawa ke perahu karet untuk dievakuasi ke tempat aman.

Evakuasi ibu bari melahirkan dalam banjir di Aceh Timur. Dok. Laung/TNI

Danramil Rantau Peureulak, Kapten Wagimin, mengatakan seluruh personel TNI markasnya dikerahkan untuk membantu warga yang membutuhkan, bersama Tim BPBD Aceh Timur. “Apresiasi kepada kedua Babinsa yang sigap mengevakuasi warga yang terjebak banjir tersebut,” katanya.

Menurutnya, aliran Sungai Peureulak telah meluap dan tidak bisa menampung debit air karena hujan deras. Banjir juga mengakibatkan lumpuhnya jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Rantau Peureulak dengan Kecamatan Serbajadi.

Aksi TNI Gendong Lansia Saat Evakuasi

Kisah penyelamatan warga juga dilakukan tim penyelamat di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (5/12). Di sana sebanyak 24 desa terendam banjir, hingga warga mengungsi ke tempat aman.

Anggota TNI, polisi bersama pemerintah kelurahan setempat membantu evakuasi warga. Salah satu yang dramatis adalah saat seorang kakek terpaksa digendong anggota TNI Babinsa Koramil 07/Julok, karena sudah lanjut usia (Lansia)

TNI menggendong seorang kakek. Dok. Laung/TNI

Danramil 07/Julok, Lettu Inf Andry Haryono, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut dilakukan angotanya, Kopda Jarkasi. “Kakek itu sudah tua, tidak sangup berjalan lagi untuk menerobos banjir di desanya, Gampong Seureja,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima acehkini dari Tim Penerangan Korem 011/Lilawansa.

Sebagian lokasi di Kecamatan Julok, terendam banjir hingga 1,5 meter. Di gampong lainnya, tim penyelamatan ikut mengevakuasi warga Lansia, Hajizah (80), yang terjebak banjir di rumahnya.

Mengevakuasi Hajizah saat banjir di Aceh Timur. Dok. Laung/TNI

Lettu Andry menjelaskan, banjir yang melanda Kecamatan Julok, diakibatkan tingginya curah hujan, hingga mengakibatkan rusaknya tanggul irigasi, kemudian meluap ke pemukiman warga.

Untuk membantu warga, kata Andry, seluruh personel TNI di Markas Koramil seluruh Aceh Timur telah diperintahkan oleh Dandim 0104/Atim, Letkol Hasanul Arifin Siregar, untuk siaga penanganan banjir dan mengevakuasi warga di wilayahnya masing-masing. []

TNI dan Polisi membantu warga di tengah banjir Aceh Timur. Dok. Laung/TNI