Anak 15 Tahun Korban Pemerkosaan di Aceh Didampingi P2TP2A Nagan Raya
·waktu baca 2 menit

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mendampingi seorang anak 15 tahun korban pemerkosaan dan penyekapan 14 pria di kabupaten itu.
Konselor P2TP2A Nagan Raya, Ana, mengaku telah ditugaskan mendampingi korban selama perkara itu ditangani polisi.
“Masih tahap pendampingan saja tidak lebih, tim P2TP2A belum melakukan kondusif asesmen kasus, jadi belum tahu banyak bagaimananya. Baru tahap asesmen kasus aja,” kata Ana kepada acehkini, Jumat (17/12).
Menurut Ana, korban mengalami gangguan psikologi, seperti trauma dan tertekan akibat pemerkosaan itu. Ia tidak menjelaskan detail kondisi korban karena masih pendampingan awal. "Agak lebih pendiam dan bingung dari yang ibu lihat, bertemu pertama BAP (saat dilakukan berita acara pemeriksaan) di Polres (Nagan Raya)," ujarnya.
Setahu Ana, korban hanya tamatan sekolah dasar dan kini sudah putus sekolah. P2TP2A Nagan Raya berkomitmen mendampingi korban hingga pulih agar bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. “Harapan kami, para orang tua meningkatkan pengawasan anaknya,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, anak perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, diduga disekap dua hari di sebuah kafe dan diperkosa 14 pria bergiliran. Kasus ini terjadi pada Sabtu malam, 11 Desember lalu. Polisi telah menangkap 9 orang di antaranya.
-----------------
Note: Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang mengalami kekerasan seksual. Anda bisa menghubungi kantor polisi terdekat, atau sejumlah hotline pengaduan kasus di Aceh.
Berikut beberapa kontak hotline pengaduan kasus kekerasan seksual di Aceh: UPTD PPA Aceh: 08116808875, UPTD PPA Banda Aceh: 081224164416, Flower Aceh: 082247418718/0651-6302015, dan BEM Universitas Syiah Kuala: 082115809229.
