Konten Media Partner

Antrean Haji di Aceh Capai 127.000: Daftar Hari Ini, Berangkat 30 Tahun Kemudian

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret jemaah haji saat tawaf mengelilingi Ka'bah dengan menerapkan social distancing di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Foto: Saudi Ministry of Media via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Potret jemaah haji saat tawaf mengelilingi Ka'bah dengan menerapkan social distancing di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Foto: Saudi Ministry of Media via REUTERS

Pemerintah Indonesai telah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji tahun 2021 karena pandemi COVID-19 masih berlangsung dan Arab Saudi tak kunjung memberikan kepastian. Akibatnya, terdapat antrean calon jemaah haji hingga 127 ribu orang di Aceh.

"Ini adalah tahun kedua bagi calon jemaah haji Indonesia pada umumnya dan Aceh pada khususnya tidak berangkat ke Tanah Suci karena persoalan belum meredanya pandemi COVID-19," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Dr Iqbal dalam keterangannya Senin (7/6).

Iqbal mengatakan, masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji asal Aceh semakin lama. "Jika anda mendaftar hari ini, maka akan berangkat 30 tahun ke depan," sebutnya.

Kakanwil Kemenag Aceh Dr Iqbal. Foto: Dok. Kemenag Aceh

Ia menyebut, lamanya masa tunggu tersebut disebabkan oleh banyaknya pendaftar haji. Saat ini saja, kata Iqbal, total masyarakat Aceh yang masuk dalam daftar antrean (waiting list) sudah mencapai 127.000 orang.

"Satu bulan yang mendaftar mencapai 400 orang. Animo masyarakat untuk mendaftar tetap tinggi meskipun sedang pandemi," kata Iqbal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, sementara kuota haji asal Aceh tahun ini hanya ditampung 4.187 orang.

"Bagi mereka yang gagal berangkat, akan diperioritaskan berangkat pada tahun depan apabila wabah corona mereda dan izin dari Pemerintah Arab Saudi keluar," sebut Iqbal.

kumparan post embed