Banda Aceh dan Sabang, Wilayah Paling Rawan Corona di Aceh
·waktu baca 2 menit

Banda Aceh dan Sabang tercatat sebagai zona merah atau risiko tinggi penyeran COVID-19 di Aceh. Sebelumnya kedua wilayah itu berada di zona oranye.
“Pergeseran peta zonasi risiko di Aceh berdasarkan analisis data pandemi COVID-19 sepekan terakhir oleh Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional,” jelas Saifullah Abdulgani, Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Kamis (12/8/2021).
Menurutnya, Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Nasional menganalisis data mingguan kondisi epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan kondisi pelayanan kesehatan, setiap kabupaten/kota dan hasilnya dirilis setiap awal minggu berikutnya.
Hasil analisis data terakhir yang dirilis Rabu dinihari (11/8/2021), Kota Banda Aceh dan Kota Sabang berubah dari zona oranye sepekan lalu menjadi zona merah. “Sebaliknya, Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Singkil yang pada minggu lalu zona merah kini menjadi zona oranye,” urainya.
Zona warna Kota Subulussalam juga terkoreksi dari oranye sepekan lalu menjadi zona kuning minggu terakhir. Sedangkan 18 daerah lainnya di Aceh bertahan di zona oranye dan zona kuning.
Belum ada zona hijau atau zona aman dari transmisi virus corona di Aceh. Saifullah mengingatkan potensi penularan virus corona dan peningkatan COVID-19 di Aceh masih berpeluang terjadi di semua kabupaten/kota dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.
“Masyarakat di zona oranye dan merah, selain menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, sepatutnya menghindari berpergian ke zona kuning. Pandemi COVID-19 bisa cepat berakhir jika saling menahan diri dan menjaga antarsesama,” ujarnya.
Berikut daerah dengan zona risiko penyebaran corona di Aceh:
Zona Merah: Kota Banda Aceh dan Kota Sabang
Zona Oranye: Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Simeulue, dan Aceh Singkil.
Zona Kuning: Aceh Tenggara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Subulussalam.
