Banda Aceh Jemput Bola Door to Door untuk Percepat Vaksinasi Lansia
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya jemput bola dari pintu ke pintu (door to door) untuk mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lanjut usia atau lansia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, mengatakan, opsi vaksinasi lansia secara door to door dilakukan khususnya kepada lansia yang terkendala melakukan vaksinasi ke pos-pos di tiap kecamatan yang sudah disediakan dalam wilayah Kota Banda Aceh.
"Kita menargetkan cakupan vaksinasi khusus lansia bisa mencapai 40 persen dalam waktu dekat," ujar Lukman, Rabu (27/10/2021).
Meski demikian, lanjutnya, para petugas tenaga kesehatan (nakes) di lapangan terkendala saat menjalankan program tersebut akibat sebagian lansia belum teredukasi vaksinasi dan takut akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Ia menjelaskan, dari target 104 dosis per hari untuk program vaksinasi lansia dari pintu ke pintu di Kota Banda Aceh, hingga kini rata-rata hanya sekitar 10 dosis saja yang tercapai setiap harinya.
"Pekan ini kita akan duduk lagi bersama pihak desa terkait strategi dan pendekatan apa selanjutnya yang tepat dalam menyukseskan vaksinasi khususnya lansia," kata Lukman.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, cakupan vaksinasi lansia di Kota Banda Aceh per 27 Oktober 2021 yang telah menerima vaksin dosis pertama mencapai 28,18 persen atau 3,802 lansia. Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai 19,80 persen atau 2,671 lansia.
Kepala Dinkes Kota Banda Aceh berharap agar semua pihak ikut menyukseskan percepatan vaksinasi khususnya lansia, mengingat kelompok ini merupakan kelompok yang rentan terhadap COVID-19.
Lukman menambahkan, lansia menjadi kelompok sasaran vaksinasi di Kota Banda Aceh. Hal ini sebagai upaya ibu kota Provinsi Aceh itu mempertahankan posisinya di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan zona kuning COVID-19.
"Kita berharapnya level zonasi Banda Aceh semakin turun. Makanya kalau pun lansia ada yang memiliki komorbid, silakan perikasa dulu. Kalau ada kendala-kendala lain silakan berkonsultasi dengan petugas kesehatan, jangan mengambil kesimpulan sendiri dengan menolak vaksin," sebutnya. [*]
