Banjir Aceh Timur Meluas di 17 Kecamatan, Pengungsi Mencapai 7.022 Jiwa

Banjir luapan air sungai yang melanda Kabupaten Aceh Timur, Aceh, makin meluas di 17 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat jumlah pengungsi terus bertambah hingga mencapai 7.022 jiwa dari 1.816 kepala keluarga. Sementara seorang bocah meninggal dunia terseret arus banjir.
Kepala BPBA, Sunawardi, mengatakan banjir di Kabupaten Aceh Timur yang terjadi sejak Jumat (4/12) pagi belum kunjung surut. Hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan sungai meluap dan membuat banjir makin meluas. Hingga Minggu (6/12) siang, sudah 17 kecamatan digenangi banjir.
"Kondisi terakhir debit air masih meningkat," kata Sunawardi kepada jurnalis, Minggu siang.
Sunawardi menyebutkan, 17 kecamatan yang dilanda banjir, yaitu Kecamatan Simpang Ulim, Darul Aman, Madat, Darul Ihsan, Idi Rayeuk, Peurelak Barat, Nurussalam, Idi Tunong, Pante Bidari, Ranto Peurelak, Peurelak, Indra Makmur, Sungai Raya, Birem Bayeun, Peudawa, Julok, dan Peureulak Timur.
Sementara itu, fasilitas umum yang rusak juga bertambah. Misalnya kemarin hanya tiga jembatan rusak akibat banjir, hari ini sudah menjadi empat jembatan yang tersebar di Kecamatan Peureulak, Peudawa, Idi Tunong, dan Peureulak Barat. Sedangkan di Kecamatan Julok, satu unit rumah mengalami rusak berat.
Sunawardi menyebut sebagian besar warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke meunasah atau tempat yang lebih tinggi. "BPBD Kabupaten Aceh Timur langsung menurunkan Satgas PB untuk melakukan pendataan dan evakuasi banjir. Pendistribusian logistik melalui Dinas Sosial," sebutnya. []
Lihat kondisi banjir dalam video berikut:
