Konten Media Partner

Banjir Aceh Utara Meluas di Tujuh Kecamatan, Polsek-Koramil Terendam

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Utara meluas di tujuh kecamatan pada Rabu (5/10) dari sebelumnya dua kecamatan. Foto: Dok. Polres Aceh Utara
zoom-in-whitePerbesar
Banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Utara meluas di tujuh kecamatan pada Rabu (5/10) dari sebelumnya dua kecamatan. Foto: Dok. Polres Aceh Utara

Banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh, meluas di tujuh kecamatan pada Rabu (5/10) dari sebelumnya dua kecamatan. Selain rumah dan lahan pertanian penduduk, banjir kini juga merendam kantor Kepolisian Sektor (Polsek) hingga Komando Rayon Militer (Koramil).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Asnawi, mengatakan tujuh kecamatan dilanda banjir adalah Tanah Luas, Samudera, Pirak Timu, Matangkuli, Cot Girek, Lhoksukon, dan Nisam. Selasa kemarin, banjir hanya di Matangkuli dan Pirak Timu.

"Banjir akibat hujan deras dalam sepekan ini di Aceh Utara dan Bener Meriah mengakibatkan meluapnya aliran sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak," kata Asnawi, kepada acehkini, Rabu (5/10) sore.

Banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Utara meluas di tujuh kecamatan pada Rabu (5/10) dari sebelumnya dua kecamatan. Foto: Dok. Polres Aceh Utara

Menurut dia, air sungai meluap sejak Selasa pagi dan mengalir ke rumah penduduk di Matangkuli dan Pirak Timu. Namun, hujan yang kian deras dan tak kunjung turun membuat luapan air sungai meluas di kecamatan lain.

"Ketinggian air berkisar 10-150 sentimeter," ujar Asnawi.

Di Kecamatan Matangkuli, selain rumah penduduk, banjir juga merendam kantor Polsek, Koramil, Puskesmas, hingga beberapa sekolah. Adapun di Nisam, jalanan desa alami longsor.

Kecuali di Nisam, warga enam kecamatan lain sudah mengungsi ke meunasah atau titik ketinggian lainnya. Sejumlah dapur umum juga telah dibuka di lokasi pengungsian.

Asnawi menyebutkan petugas mulai berupaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Evakuasi juga dilakukan di daerah yang berpotensi banjir tambah parah.

"Hujan deras terus turun menambah debit air sungai dan membuat banjir yang lebih besar. Sebagian jalan dalam kecamatan Matangkuli tertutup untuk kendaraan umum," tuturnya.

kumparan post embed