Konten Media Partner

Banyak Warga Aceh Tak Percaya Corona, Penyintas Diminta Berbagi Pengalaman

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah seorang warga (tengah) pulang dari rumah sakit setelah sembuh dari corona. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga (tengah) pulang dari rumah sakit setelah sembuh dari corona. Foto: Suparta/acehkini

Para penyintas atau mereka yang telah sembuh dari infeksi corona, perlu berbagi pengalaman bagaimana rasanya terjangkit COVID-19, dan selanjutnya sembuh setelah menjalani perawatan maupun isolasi.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), dalam keterangannya kepada media, Rabu (4/11/2020). Mereka disebut penyintas karena mampu mempertahankan hidupnya dari ancaman kematian akibat COVID-19.

“Para penyintas tersebut memiliki pengalaman merasakan sakit dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Bila pengalaman itu dibagi dengan orang lainnya, memiliki daya persuasif yang tinggi dan mengubah persepsi yang keliru tentang virus corona,” ujar SAG.

Menurutnya, masih banyak warga Aceh yang belum benar-benar yakin tentang keberadaan virus corona. Pengalaman nyata para penyintas dapat mengubah persepsi keliru tersebut, sehingga mereka mau menjalankan protokol kesehatan dengan penuh kesadaran.

kumparan post embed

Menurut SAG, para penyintas tidak perlu merasa malu mengakui pernah menderita COVID-19, hingga dapat berbagi pengalaman dengan orang-orang di sekitarnya. “Penyakit COVID-19 bukanlah kutukan, dan bukanlah aib yang harus disembunyikan. Pengalamannya itu bahkan memiliki nilai dakwah dan bahkan amal ibadah,” jelas SAG.

Para penyintas COVID-19 di Aceh, atau orang-orang yang sembuh dari Covid-19 sudah mencapai 5.654 orang, baik yang pernah dirawat di rumah sakit maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah sembuh. “Apabila setiap penyintas itu berbagi pengalamannya kepada 10 orang teman dekat dan juga tetangga, dampaknya sangat besar untuk memperpendek masa pandemi ini,” tutur SAG.

Saifullah Abdulgani. Foto: acehkini

Update COVID-19 di Aceh

Saifullah Abdulgani melaporkan, kasus COVID-19 di Aceh secara akumulatif sejak 27 Maret 2020, tercatat sebanyak 7.482 orang. Dari jumlah tersebut, mereka yang sedang menjalani perawatan saat ini sebanyak 1.556 orang, sudah sembuh sebanyak 5.654 orang, dan 272 orang meninggal dunia, sejak Maret 2020.

Lebih lanjut, Jubir Covid-19 Aceh itu, melaporkan kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi sebanyak 609 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 48 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 528 sudah selesai isolasi, dan 33 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.761 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.496 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 259 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 6 orang isolasi di rumah sakit. []