Berbagi Kasih di Tengah Corona: Terpuruk Perajin Rotan di Aceh Besar (2)

Tangan Ferdiyanti (41 tahun) cekatan menganyam rotan kecil, membentuknya menjadi keranjang. Dia ditemani seorang anaknya, yang sedang meracik tempat buah. Keduanya punya keahlian sama, mereka adalah perajin rotan dari Gampong (desa) Lamgaboh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Bersama mereka belasan ibu-ibu duduk berjejer saat kami datang pada suatu siang di penghujung Ramadhan 1441 H, Kamis (21/5). Desa itu terletak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh.
Mereka semua tergabung dalam kelompok ‘Leu Bagoe Awe’ sebuah komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang memproduksi kerajinan dari rotan. Semuanya ahli membuat keranjang, tudung saji, tampi, tempat buah, pot hias dan ragam jenis lainnya. Anggotanya berjumlah 20 orang.
Para perajin rotan di sana sedang tak senang. Sebab wabah corona yang melanda Aceh dan Indonesia umumnya, telah membuat mereka terpuruk secara ekonomi. Penutupan pantai di objek wisata Lhoknga, membuat orang jarang lalu-lalang melintasi kampung mereka. Imbasnya, kerajinan rotan tak laku.
Pedagang juga tak mau mengambil barang hasil karya mereka untuk dijual, pesanan dari luar daerah pun nihil. “Bahkan saya telah menutup sementara kedai tempat menjual kerajinan yang kami buat di jalan besar sana,” kata Ferdiyanti.
Tempat memasarkan produk ada di KM 11 sampai KM 12, jalan nasional lintas Banda Aceh-Calang (Aceh Jaya) atau dikenal sebagai kawasan Keude Bieng. Di sana berjejer kedai-kedai yang menjual aneka kerajinan yang diproduksi penduduk di sekitarnya.
Sebelum corona datang, Ferdianti mengakui berbagai barang yang diproduksi laku di pasaran. Mereka sanggup memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan bisa menabung. Kelompok itu sempat beberapa kali ikut pameran di Aceh bahkan sampai ke Pulau Jawa. “Kalau jual di pameran selalu habis,” katanya.
Kendati jarang laku, kelompok ‘Leu Bagoe Awe’ tetap memproduksi kerajinan dalam jumlah sedikit. Mereka menjualnya kepada pemesan yang terbatas, selebihnya menyimpan untuk stok. Harapannya, jika virus corona telah pergi, akan mudah menjualnya kembali. Termasuk mengirimkan pesanan ke sejumlah wilayah Aceh lainnya.
“Lagi pula kami tidak ada pekerjaan lain, ketimbang duduk-duduk saja selama virus corona, kan lebih baik tetap membuat kerajinan,” jelas Mariana (50 tahun) rekan Ferdiyanti.
Mariana mengakui kesulitan ekonomi selama virus corona mewabah. “Semoga kondisi ini segera cepat berlalu,” harapnya.
Kondisi yang mereka rasakan, menjadi salah satu pertimbangan Tim acehkini untuk menyerahkan paket bantuan kebutuhan Idul Fitri 1441 H. Bantuan bagi mereka yang terdampak COVID-19, merupakan hasil kerja sama antara DCODE dan kumparan, bertema ‘saatnya kita beraksi bukan berpangku diri.’ Paket itu berisi Sembako dan uang untuk berbelanja kebutuhan lainnya.
“Semoga Allah membalas kebaikan atas bantuan yang telah diberikan kepada kami,” kata Ferdianti saat menerima paket tersebut.
Sepulangnya dari kampung perajin rotan, kami berhenti di kawasan Lampisang, Kecamatan Lhoknga. “Bapak itu layak kita berikan paket ini,” Suparta memberi aba-aba. Lalu kami menyapa seorang penjual semangka.
Namanya Rusdiman (68 tahun), termangu menunggu pembeli pada lapak di pinggir jalan. “Ini semangka manis, hasil dari kebun yang saya tanami,” katanya.
Dia mengaku tak memiliki kebun sendiri kebun, tapi menyewa milik tetangga. Di usia senja, Rusdiman masih tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya. “Dulu saya jualan di Pasar Keutapang, sekarang bertani,” katanya.
Kami membeli dua semangka untuk menu berbuka. Sebelum pulang, paket bantuan kami berikan dan bergegas pergi. Rusdiman tergagap tak menyangka, “terima kasih,” katanya.
Keesokan harinya, kami menyalurkan ke penjahit sepatu yang kesepian di bantaran Krueng Aceh karena COVID-19. Paket seratusan lebih juga disalurkan untuk mereka terkena PHK, buruh harian, tukang parkir, tukang becak, dan warga terdampak lainnya. Indahnya berbagi. []
Note: Artikel ini bentuk kerjasama antara DCODE dan kumparan, saatnya kita beraksi bukan berpangku diri #MauGerakWithDCODE more info click Dcode.id
