Konten Media Partner

COVID-19 Makin Membahayakan Aceh, Ini Saran Ombudsman

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemakaman pasien COVID-19 yang meninggal. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman pasien COVID-19 yang meninggal. Foto: Suparta/acehkini

Kondisi COVID-19 di Aceh makin riskan dan membahayakan, setelah tambahan 74 kasus dalam sehari kembali mencatat rekor, Kamis (30/7/2020). Ombudsman Aceh menilai sebagai peningkatan drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin menyampaikan sejumlah solusi yang dapat dilakukan oleh semua warga Aceh untuk mengeliminasi, dan bahkan untuk menghentikan laju COVID-19 tersebut.

Pertama, katanya, kepada seluruh warga masyarakat atau penduduk Aceh disarankan agar hati-hati dan terus menerapkan protokol kesehatan yang selalu dianjurkan pemerintah. Seperti tidak keluar rumah jika tidak penting sekali, memakai masker jikapun harus keluar rumah, sering cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain, jaga tubuh agar selalu bugar, jaga kebersihan, dan selalu berdoa.

kumparan post embed

Kedua, kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota, disarankan agar melakukan edukasi yang merakyat kepada warga. “Libatkan ulama dan tokoh-tokoh masyarakat dalam edukasi bahaya COVID-19 dan pentingnya protokol kesehatan. Sampaikan materi-materi tentang bahaya COVID-19 serta cara pencegahannya dalam setiap khutbah Jumat, juga pada setiap ceramah agama,” kata Taqwaddin dalam keterangannya kepada acehkini, Kamis (30/7).

Dia menilai, warga masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat masih ada yang menganggap remeh dan bahkan berpikir negatif terhadap fakta COVID-19 dengan segala protokolnya. Sepertinya, masih ada yang tidak percaya banyaknya korban yang terpapar virus Corona. Begitu pula terhadap yang meninggal dunia karena COVID-19.

Ketiga, ada masalah kepercayaan publik kepada pemerintah. “Makanya, upaya edukasi pencegahan dan penanggulangan COVID-19 mesti dilibatkan para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih dipercaya oleh warga masyarakat,” jelasnya.

kumparan post embed

Pihaknya merasa prihatin, jika makin hari jumlah yang terpapar COVID-19 di Aceh makin meningkat. “Saya kuatir karena fasilitas dan SDM para dokter serta paramedis kita memiliki banyak keterbatasan. Sehingga, jika kuantitas yang terpapar semakin banyak, kuatir dengan kemampuan rumah sakit kita dalam melayani para pasien terpapar Corona ini secara optimal,” katanya.

Karenanya, dia menyarankan agar Satuan Tuhas COVID-19 Aceh, mengundang para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki massa dan pengaruh, untuk meminta bantuan mereka melibatkan diri dalam upaya mencegah dan menanggulangi COVID-19. “Jangan sombong dan takabur menghadapi bencana misterius ini. Ini tanggungjawab kita semua,” tutupnya. []