Demo Tolak Kenaikan BBM di Aceh Barat Dibubarkan, 11 Orang Ditangkap Polisi
ยทwaktu baca 2 menit

Massa demonstrasi tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang digelar Aliansi Rakyat Bergerak (AKAR) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Senin (12/9) siang, dibubarkan oleh petugas keamanan.
"Aksi tersebut berlangsung tidak tertib sehingga terpaksa dibubarkan oleh petugas keamanan dengan menembakkan gas air mata dan water canon," kata Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso kepada wartawan.
Pandji mengatakan, dirinya ikut mendampingi Anggota DPRK untuk menemui massa. Namun, massa yang berjumlah seratusan orang itu tidak terima dan bertindak anarkis. Massa memaksakan diri untuk menerobos masuk dan menduduki kantor DPRK Aceh Barat.
"Kita sudah imbau agar massa tertib, tapi tidak diindahkan, sehingga atas nama undang-undang kita ambil tindakan tegas terukur dengan menembakkan water canon dan gas air mata," ujarnya.
Pandji menyebut petugas juga mengamankan 11 orang yang diduga memprovokasi dan membuat rusuh. Selain itu, turut diamankan juga barang bukti satu unit mobil komando orasi, satu becak motor, alat peraga, senjata tajam, dan bongkahan batu.
Ia juga menjelaskan terkait beredarnya video yang terkesan petugas pengamanan melakukan kekerasan terhadap pedemo. Ia mengatakan, tembakan gas air mata adalah SOP pengamanan demo ketika massa sudah anarkis.
Lagi pula, kata Pandji, tembakan itu hanya pantulan dan massa pura-pura jatuh, tapi saat dicek dia bangun dan lari lagi.
"Gelagat rusuh itu sudah tercium sebelum demo digelar. Makanya, jumlah pengamanan kami tingkatkan, bahkan ada dari Polres Aceh Jaya dan Nagan Raya. Intinya kami siap mengamankan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, tapi mohon tertib dan sesuai aturan," tutupnya.
