Konten Media Partner

Diduga Ada Sebaran Gas, Desa Warga Keracunan Massal di Aceh Timur Dikosongkan

ACEHKINIverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas BPBD mengevakuasi warga desa lokasi warga keracunan massal di Aceh Timur. Pengosongan ini dilakukan karena kawasan itu diduga ada sebaran gas dari sumur minyak dan gas sebuah perusahaan. Foto: Dok. BPBD Aceh Timur
zoom-in-whitePerbesar
Petugas BPBD mengevakuasi warga desa lokasi warga keracunan massal di Aceh Timur. Pengosongan ini dilakukan karena kawasan itu diduga ada sebaran gas dari sumur minyak dan gas sebuah perusahaan. Foto: Dok. BPBD Aceh Timur

Desa tempat tinggal warga yang mengalami keracunan massal di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, dikosongkan. Pengosongan ini dilakukan dengan mengevakuasi semua warga karena kawasan itu diduga ada sebaran gas dari sumur minyak dan gas sebuah perusahaan.

"Warga Panton Rayeuk T dievakuasi ke Kantor Camat Banda Alam, diperhitungkan sudah berada di jarak aman. Ada 250 orang dipindahkan, sekarang lagi proses evakuasi. Desa itu iya kosong," kata Ashadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur kepada acehkini, Jumat (9/4).

Sebagaimana diketahui, sejumlah warga Panton Rayeuk T mengalami keracunan massal pada Jumat (9/4). Belum diketahui pasti penyebab peristiwa itu dan jumlah pasti korban keracunan. Namun, RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur telah menerima delapan orang rujukan dari Puskesmas Banda Alam.

Warga desa lokasi keracunan massal di Aceh Timur dievakuasi ke Kantor Camat Banda Alam. Foto: Dok. BPBD Aceh Timur

Menurut Ashadi, sebaran gas di kawasan itu bersumber dari sumur minyak dan gas sebuah perusahaan yang terletak di desa itu ketika dilakukan pemeliharaan. Biasanya, kata dia, gas yang keluar pada saat pemeliharaan langsung dibakar melalui corong pembakaran.

"Inilah saya kurang tahu, biasanya tidak ada masalah. Mungkin ini ada gas yang keluar awal sebelum dibakar mungkin merembet ke masyarakat yang terhirup, cuma saya bukan orang teknis. Ini yang saya tahu dari pihak di sana," tutur Ashadi.

Ashadi menyebut, BPBD Aceh Timur bergerak mengevakuasi masyarakat ke jarak aman supaya terhindar dari paparan gas. "Sementara kami ungsikan dulu, mungkin besok kami lihat perkembangan. Kalau ada yang bertanggung jawab terhadap masyarakat kalau mereka pulang, kami pulangkan," sebutnya.

kumparan post embed