Konten Media Partner

Direktur Rumah Sakit Peureulak Aceh Timur Wafat karena COVID-19

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemakaman pasien positif COVID-19 di Aceh yang meninggal dunia pada Rabu (17/6). Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemakaman pasien positif COVID-19 di Aceh yang meninggal dunia pada Rabu (17/6). Foto: Suparta/acehkini

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Azizsyah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, dr Dharma Widya, wafat karena COVID-19. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Hasil rapid test-nya selama di rumah sakit reaktif. Swab-nya katanya belum keluar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Timur, dr Edi Gunawan, kepada acehkini, Jumat (11/9).

Menurut Edi, dr Dharma dirawat di rumah sakit dengan gejala gangguan pernapasan dan juga punya penyakit penyerta. Selain itu, ia pernah berkontak langsung dengan pasien positif corona.

X post embed

Edi menjelaskan, dr Dharma mulanya dirawat di RSU Cut Meutia Langsa, pada Sabtu (5/9). Dari sana, ia kemudian dirujuk ke RS Royal Prima Medan pada Selasa (8/9) dan ditempatkan di ruang khusus pasien COVID-19.

"Semua tim dokter di Rumah Sakit Royal Prima sudah memperlakukannya sebagai pasien COVID," ujarnya.

Menurut Edi, status dr Dharma saat itu adalah pasien probable yang masih menanti hasil pemeriksaan swab. "Berarti hasil lab darahnya sudah mengarah ke sana (corona), gejala, hasil rontgen juga mengarah ke sana, dan ada riwayat kontak. Jadi secara klinis kita anggap COVID-19," tuturnya.

kumparan post embed

Dua hari dirawat di RS Royal Prima, pada Kamis (10/9) sore, dr Dharma dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan. "Sekitar jam 11 lewat beliau meninggal di sana," sebut Edi.

Edi mengaku tidak mengetahui pasti lokasi pemakaman jenazah almarhum, apakah dipulangkan ke Langsa atau dikebumikan di Medan. "Itu jelas wajib protokol COVID-19," katanya.

Sementara itu, Edi mengaku akan menelusuri riwayat kontak dengan almarhum terhadap paramedis yang bertugas di RSUD Sultan Abdul Azizsyah Peureulak. Rumah sakit itu juga akan disemprot disinfektan. "Apakah layanan akan ditutup di beberapa lokasi itu sedang dipikirkan," jelasnya.

kumparan post embed