Ditemui Menteri PPPA, Anak Korban Pemerkosaan 14 Pria di Nagan Raya Masih Trauma
·waktu baca 2 menit

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau kerap disapa Bintang Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Sabtu (8/1/2022). Dia ikut menemui anak korban pemerkosaan 14 pemuda di Nagan Raya, Aceh.
Kasus yang terjadi pada Desember 2021 ini cukup mencuri perhatian publik, hingga membuat Ibu Negara, Iriana Jokowi ikut memberi pandangan dan mengecam kekerasan seksual tersebut.
Bintang Puspayoga mengatakan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian dan rasa prihatin terhadap atas insiden yang menimpa korban. Namun setelah melihat langsung, dirinya merasa lega karena kondisi korban sudah mulai membaik meskipun rasa trauma belum pulih total.
"Kalau saya melihat tadi, kondisi korban sudah membaik, tapi yang namanya kekerasan seksual pasti masih trauma, karena keterangan ibunya korban kalau malam masih sering teriak minta tolong," ujarnya.
Ia mengaku cukup prihatin atas insiden yang menimpa korban. Peristiwa tersebut menjadi catatan agar orang tua dan masyarakat umum cenderung lebih memperdulikan pergaulan anak di era digital saat ini, termasuk penggunaan media sosial yang hampir tak terkontrol.
"Sekali lagi dalam kesempatan ini saya sampaikan, terkait pemenuhan hak anak, hak untuk hidup, hak untuk tumbuh berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan ini adalah tanggung jawab kita semua," ujarnya
Kepada pemerintah setempat, Bintang meminta kasus ini menjadi kasus anak terakhir di Kabupaten Nagan Raya. Sebab, niat daerah itu menjadi kabupaten layak anak tak akan tercapai apabila masih ada kasus serupa yang terjadi lagi di kemudian hari.
“Soal anak, bukan menajadi tanggung jawab orang tua saja, menjadi tanggung jawab kita bersama, agar tidak lagi kasus demikian. Meski kondisi korban sudah membaik, tapi yang Namanya kekerasan pasti mereka masih mengalami trauma,” sebutnya.
Bintang mengajak semua pihak untuk membantu kesembuhan korban, apalagi saat berbincang secara tertutup dengan Menteri P3A itu, korban memberi keterangan masih ingin melanjutkan pendidikan. Itu pula akan difasilitasi oleh pihaknya, agar dia bisa mencapai cita-cita menjadi seorang guru di kemudian hari. "Karena kita lihat semangatnya sudah ada, dia dengan jelas mau melanjutkan sekolah," pungkasnya.
Menteri P3A juga sempat berkunjung ke Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, untuk menemui dua tersangka pemerkosa dalam kasus tersebut yang masih anak-anak. Mereka adalah J (17 tahun) dan RJ (17).
Didampingi Kepala Divisi Pemasyarakat Kanwil Kemenkumham Aceh, Heri Azhar dan Kepala Lapas Anak Banda Aceh, Wiwid Ferianto, Menteri Bintang terlihat berdialog dengan dua tersangka anak tersebut. []
