Konten Media Partner

Diundang Berbicara di Eastern Economic Forum Rusia, Ini Kata Wali Nanggroe Aceh

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar saat berbicara secara virtual di forum internasional yang digelar Pemerintah Federasi Rusia. Dok. LWN
zoom-in-whitePerbesar
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar saat berbicara secara virtual di forum internasional yang digelar Pemerintah Federasi Rusia. Dok. LWN

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Al-Haythar diundang sebagai salah satu pembicara secara virtual pada forum internasional 'Eastern Economic Forum' yang diselenggarakan oleh Pemerintah Federasi Rusia, Rabu (7/9/2022).

Eastern Economic Forum tersebut diselenggarakan di Vladivostok, sebuah kota pelabuhan terbesar Rusia di tepi pantai Samudera Pasifik, berdekatan dengan perbatasan Rusia-Tiongkok dan Korea Utara.

Pada kegiatan Eastern Economic Forum yang bertajuk Climate Agenda: New opportunities in the new reality, salah satu bahasan khusus yang disampaikan Wali Nanggroe Aceh adalah perkembangan terkini Kota Banda Aceh akibat dari pemanasan global yang mengalami kenaikan permukaan laut hingga satu meter.

kumparan post embed

Peningkatan curah hujan akibat dari perubahan iklim diprediksi akan lebih banyak terjadi, sehingga meningkatkan risiko tanah longsor dan erosi, yang dipercepat dari interior pegunungan yang menutupi sebagian besar wilayah Aceh.

Demikian pula dengan banjir besar akibat curah hujan yang besar dapat membahayakan populasi di dataran rendah sebagai wilayah penyumbang sebagian besar hasil pertanian. Banjir dengan skala tersebut juga akan berdampak pada perikanan pesisir, karena meningkatnya beban sedimen yang terbawa ke laut.

“Menyadari bahaya ini, kami di Aceh berkomitmen untuk memainkan peran kami dalam mitigasi perubahan iklim. Misalnya, kami mendukung beberapa inisiatif sektor swasta untuk proyek Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD), yang akan melindungi ratusan ribu hektar hutan dan simpanan karbon yang dikandungnya,” kata Tgk Malik Mahmud.

Forum internasional 'Eastern Economic Forum' yang diselenggarakan oleh Pemerintah Federasi Rusia. Dok. LWN

Wali Nanggroe menambahkan, saat ini Aceh sedang mempersiapkan Badan Pengelola Sumber Daya Hutan, yang akan mengelola secara mandiri potensi karbon yang diperkirakan mencapai 6 juta ton Carbon Dioxide Equivalent (CO2e) per tahun.

Aceh juga mengupayakan untuk memasukkan studi lingkungan dalam kurikulum sekolah lokal, sehingga generasi muda lebih berkomitmen menjaga lingkungan, berjuang untuk konservasi hutan, terumbu karang, dan perikanan lepas pantai.

Pada kesempatan tersebut, Wali Nanggroe juga menyampaikan kekagumannya atas pekerjaan mulia yang telah dilakukan Presiden Vladimir Putin dalam melindungi harimau Siberia dan habitatnya.

Di Aceh, sebut Wali Nanggroe, jumlah Harimau Sumatera diperkirakan kurang dari 300. Jika satu generasi saja bersantai dalam upaya konservasi, makhluk agung tersebut bisa menghilang dari planet ini selamanya. “Dan generasi ke depan akan menyalahkan kita selamanya,” katanya.

“Anda memberikan contoh yang baik bagi kami, dan saya yakin ada peluang bagus bagi kami untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman dan keahlian kedua negara,” kata Wali Nanggroe.

Sebelumnya, Senin 5 September 2022, Wali Nanggroe juga diundang sebagai salah satu pembicara pada forum diskusi konservasi harimau oleh International Tiger Forum II. Wali Nanggroe didapuk sebagai wakil Indonesia dalam diskusi yang turut diikuti oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. []