Konten Media Partner

DPR Aceh Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelayanan Medis Tangani Corona

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ruangan khusus untuk pasien kasus Corona di RSUDZA, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ruangan khusus untuk pasien kasus Corona di RSUDZA, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Dahlan Jamaluddin, mendesak Pemerintah Aceh agar membentuk satuan tugas (Satgas) pelayanan medis untuk menangani pasien Virus Corona atau COVID-19.

Menurutnya, Satgas tersebut nantinya akan menjamin seandainya terdapat warga Aceh yang positif corona dilayani dengan baik.

"Ketika ada warga Aceh yang mempunyai gejala awal sampai suspect itu harus ada tindakan maksimal dari Pemerintah Aceh. Satgas pelayanan medis harus ada sampai ke tingkat bawah," kata Dahlan Jamaluddin, ketika konferensi pers, Kamis (19/3).

Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, bersama anggota lainnya saat menggelar konferensi pers pada Kamis (19/3). Foto: Habil Razali/acehkini

Menurut Dahlan, Satgas tersebut harus terbentuk dari provinsi, tingkat kabupaten/kota, hingga kecamatan. Hal itu, kata dia, karena sebagian besar pasien diduga dengan gejala corona yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh, berasal dari kabupaten dan kota lain.

Sementara, kata dia, untuk pengujian Virus Corona tidak bisa dilakukan di RSUDZA, melainkan tetap harus mengirim sampel ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Sehingga, kata Dahlan, dengan adanya Satgas pelayanan medis diharapkan rumah sakit di kabupaten dan kota juga terdapat ruang isolasi pasien sebelum dirujuk ke RSUDZA.

Iustrasi paramedis di ruang khusus pasien corona di RSUDZA, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

"Di kabupaten/kota kan juga ada dokter ahli, mereka nanti yang memastikan apakah dirujuk ke RSUDZA atau tidak. Kalau semua dirujuk ke sini, belum tentu juga positif," sebut dia.

Sebelumnya di Aceh hanya terdapat dua rumah sakit rujukan pasien corona, yaitu RSUDZA di Kota Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia di Kota Lhokseumawe.

Per Kamis (19/3), data Dinas Kesehatan Aceh merilis bahwa pasien positif terjangkit corona masih nol di Aceh. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 25 orang, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 38 orang, dan empat orang PDP masih dirawat di RSUDZA.

kumparan post embed