Konten Media Partner

Foto: Melihat Proses Pembuatan Cincau yang Laris Saat Ramadan

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cincau, bahan makanan kaya nutrisi di Pabrik Yuk Fa, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Cincau, bahan makanan kaya nutrisi di Pabrik Yuk Fa, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Cincau, menjadi bahan campuran minuman dan makanan favorit bagi warga Aceh di bulan Ramadan. Makanan kaya nutrisi sejenis agar-agar atau gel ini diproduksi dari tananan Mesona Procumbens dan Mesona Chinensis. Tanaman ini banyak terdapat di Tiongkok, dalam Hokkian disebut xiancao,

Di Banda Aceh, ada satu pabrik cincau yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Yuk Fa, pengelola saat ini. Terletak di Gampong Laksana, Banda Aceh, pabrik ini memproduksi cincau rata-rata 500 kaleng per hari di bulan Ramadan.

Berasal dari tanaman Mesona Procumbens dan Mesona Chinensis. Foto: Suparta/acehkini

Yuk Fa berencana manaikkan harga cincau seiring naiknya harga gas elpiji dan sejumlah bahan baku cincau lainnya.

“Bagi kami harusnya harga Cincau juga dinaikkan. Tapi karena ini bulan puasa saya tunda dulu (menaikkan harga), kasian kalau dinaikkan. Nanti siap lebaran mau tak mau harus dijual 25 ribu per kaleng, sebelumnya 20 ribu,” kata Yuk Fa.

Lihat foto-foto di bawah ini:

Para pekerja membuat cincau. Foto: Suparta/acehkini
Cairan cincau. Foto: Suparta/acehkini
Pabrik produksi cincau di Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Cairan cincau ditampung di kaleng. Foto: Suparta/acehkini
Cincau siap jual ke pasaran. Foto: Suparta/acehkini