Konten Media Partner

Foto: Tangkapan Nelayan Aceh di Pasar Lampulo Menurun karena Ombak Tinggi

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Tongkol di pasar Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Tongkol di pasar Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Ombak tinggi disertai angin kencang berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan di Banda Aceh. Alasan itu membuat fluktuasi harga beberapa jenis ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Lampulo, Banda Aceh.

Jenis ikan tongkol misalnya, biasa harganya di kisaran Rp 300 ribu per keranjang dengan isi 25 sampai 30 ekor, kini dijual antara Rp 350 ribu sampai Rp 450 ribu per keranjang. “Tergantung besaran dan kondisi ikan,” sebut Zulkarnain, nelayan di Lampulo, Rabu (11/3).

Tangkapan nelayan di Pelabuhan Lampulo. Foto: Suparta/acehkini

Sementara jenis Ikan Tuna harganya masih stabil. “Hari ini kita lepas Rp 27 ribu per kilonya,” jelas Man Nisam, pedagang Tuna di Pelabuhan Lampulo.

Menurutnya, beberapa hari ini tangkapan tuna sedikit meningkat, namun sudah jarang dijual ke luar daerah. Man Nisam tidak terlalu mengerti apakah permintaan tuna dari luar menurun karena dampak dari wabah Virus Corona. “Harganya sudah tidak cocok, jadi kita jual di lokal saja,” jelasnya. []

Nelayan membongkar hasil tangkapan. Foto: Suparta/acehkini
Becak mengangkut ikan di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Ikan tuna hasil tangkapan nelayan Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Ikan dimasukkan ke dalam peti es. Foto: Suparta/acehkini
Menimbang ikan di pelabuhan Lampulo. Foto: Suparta/acehkini
Ikan pari hasil tangkapan nelayan. Foto: Suparta/acehkini
Kapal nelayan di Lampulo. Foto: Suparta/acehkini
Ikan tongkol siap dipasarkan. Foto: Suparta/acehkini